Menunaikan ibadah haji dan umroh sudah menjadi cita-cita bagi setiap umat Muslim.
Tetapi banyak sekali yang menjadi kendala untuk menjalankan umroh, salah satunya adalah kendala biaya dan waktu karena berbeda dengan haji.

Umroh bisa dilaksanakan kapan saja alias lebih fleksibel waktunya.
Dengan demikian Anda dapat mengatur perjalanan ibadah Anda dan tidak melulu harus ikut jadwal umroh dari tour and travel.

Advertisement

Ada ribuan kebaikan yang kita dapat pada saat menjalan kan ibadah umroh, salah satunya saat kita melaksanakan thawaf.
Dalam sebuah hadist dari Ibnu Abbas Riwayat Imam Al Baihaqi disebutkan bahwa 120 rahmat diturunkan Allah SWT setiap hari di Baitullah. Empat puluh rahmat di antaranya diberikan bagi mereka yang mengerjakan thawaf.

Thawaf sendiri adalah kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Thawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan pada saat melaksanakan haji dan umrah.
Thawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram. Secara istilah, thawaf berarti berputar mengelilingi Ka’bah.

Advertisement

Saat Melakukan Thawaf

Ada banyak kendala yang harus di lewati ketika suasana sedang dalam keadaan ramai-ramai nya. Biasanya jamaah harus berdesak-desakan bahkan ada yang sampai tersendat dan sesak nafas saat hendak melakukan Thawaf. Pada saat subuh suasana pelataran Kabah sudah padat sekali, banyak jamaah baik laki-laki maupun perempuan yang hendak sholat Fajr/Subuh sudah berbaris membentuk Shaf menghadap Kabah dilintasan orang yang sedang melakukan Thawaf.

Jamaah umroh banyak yang ikut berdiri di lintasan Thawaf dekat kabah baik suami-Istri maupun rombongan sesama ibu-ibu, biasa nya mereka akan disuruh pindah ke shaf belakang menjelang sholat Fajr dimulai. Sehingga Thawaf benar-bener tersendat dan pelan sekali, sementara jemaah yang hendak Thawaf tidak mau kalah dan tetap melakukan Thawaf sebelum Azan Khomat Subuh/Fajr dimulai.

Pola pergerakan jamaah yang menuju Masjidil Haram mengalir menjelang shalat Ashar, jamaah ingin menunaikan shalat Ashar kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya. Saat-saat inilah jamaah menumpuk dan disarankan tidak melaksanakan thawaf pada waktu-waktu tersebut.

Waktu yang tepat untuk Thawaf

Thawaf adalah ibadah dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, pada tiga putaran pertama dianjurkan untuk berlari-lari kecil (jika memungkinkan) dan selanjutnya berjalan santai. Ada empat thawaf, yakni :

  • Thawaf qudum atau pembuka biasanya dilakukan ketika pertama kali datang ke Makkah.
  • Thawaf ifadah merupakan bagian dari rukun haji yang harus dilaksanakan. Jika tidak maka hajinya tak sah atau di anggap gugur.
  • Thawaf wada dijalankan pada akhir ketika hendak meninggalkan Makkah,
  • Thawaf sunah dapat dilakukan kapan pun. Suasana Masjidil Haram relatif sepi ketika di atas pukul 24.00 hingga pukul 02.30 waktu setempat. Di bawah pukul 03.00 jamaah yang melaksanakan shalat Subuh mulai berdatangan ke Masjidil Haram dan keadaaan Ka’bah sudah mulai ramai sampai dengan melaksanakan sholat Fajar.

Bagi jamaah yang ingin melaksanakan umroh untuk pertama kali nya, akan lebih lengang jika melakukan thawaf dari pukul 24.00 hingga pukul 03.00 waktu setempat, karena peluang mencium hajar aswad pun menjadi lebih besar.

Tips saat Thawaf

  1. Tidak melawan arus, usahakan tidak berhenti di dalam arus.

  2. Disarankan membawa air minum di dalam botol kecil ukuran sedang selama thawaf dan sa'i, terutama jika kondisi sudah kelihatan mulai padat. Karena dikhawatirkan menyebabkan dehidrasi akibat keluar keringat berlebih.

  3. Bagi jamaah yang sudah lanjut usia atau kurang sehat sebaiknya jangan memaksakan diri thawaf di kerumunan yang padat, thawaf dan sai dapat di lakukan di lantiu 2 atau 3 Masjidil Haram.

  4. Segera melanjutkan thawaf sendiri jika terpisah dari rombongan sampai dengan selesai thawaf 7 putaran dan dilanjutkan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

  5. Menunggu rombongan di suatu titik (tempat) dengan memberi tanda orang yang melakukan thawaf, jika sudah selesai seluruh putaran langsung melanjutkan sa'i.

  6. Tetap melanjutkan sa'i jika terpisah dari rombongan sampai selesai sa'i 7 kali, selanjutnya melakukan tahallul di marwah dan menunggu di Marwah atau kembali ke penginapan.

Thawaf mempunyai keutamaan sendiri, seperti disebutkan dalam hadist HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas RA yang artinya : "Allah menurunkan kepada orang – orang yang melaksanakan haji di Bait Al Haram seratus dua puluh rahmat. Enam puluh untuk mereka yang thawaf, empat puluh untuk mereka yang shalat dan dua puluh untuk yang melihat" (HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas RA)

Setelah selesai thawaf (setelah selesai tujuh putaran), disunahkan mendirikan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Pada rakaat pertama sesudah yang Al Fatihah, membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua setelah al Fatihah membaca surat al Ikhlas.

Waktu shalat ditentukan oleh kapan selesainya 7 kali putaran. Jadi tidak ada waktu terlarang bagi shalat tersebut.

Semoga bermanfaat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya