Pertama sekali saya akan ceritakan sedikit tentang Ho Chi Minh kepada kalian. Ho Chi Minh adalah salah satu kota besar di Vietnam. Terletak disebelah selatan dan bersebelahan dengan negara Kamboja. Ho Chi Minh merupakan kota yang sangat sibuk. Dahulunya, kota ini bernama Saigon. Namun meskipun sudah berganti nama, istilah " Saigon" masih sering digunakan untuk menyebutkan kota Ho Chi Minh. Kota ini memiliki banyak cerita sejarah. Untuk lengkapnya kalian bisa bebas berselancar di google 😀

Bahasa resmi yang gunakan adalah Vietnam. Secara garis besar kota ini terlihat kurang lebih seperti Jakarta. Terdiri atas gedung-gedung megah, taman bermain, dan banyak kendaraan roda dua maupun roda empat. Cuaca di kota ini pun tidak jauh beda dengan di Indonesia, namun jika siang hari di Jakarta pada musim kemarau akan panas sekali, berbeda dengan Ho Chi Minh. Ho Chi Minh juga akan terasa panas pada musim kemarau, namun panasnya tidak terlalu terik dan menyengat seperti di Jakarta. Karena hampir disetiap sudut jalan mereka memiliki tanam hijau yang memberi kesejukan, hal yang sangat jarang kalian temukan di Jakarta.

Advertisement

Hari ke-1 saya di Ho Chi Minh hanya saya habiskan untuk berkeliling disekitar hostel dan beristirahat karena saya sampai di kota ini sekitar pukul 9 malam waktu setempat ( Indonesia dan Vietnam tidak memiliki perbedaan waktu). Seperti cerita saya sebelumnya saya melahap makanan Khas Vietnam yaitu Banh Mi dan menikmati kota Ho Chi Minh di malam hari dari Rooftop Hostel tempat saya menginap. Begitulah saya menghabiskan hari pertama saya.

Hari ke-2, pagi-pagi sekali ketika saya selesai mandi, seseorang yang berada dikamar yang sama dengan saya (saya menginap di hostel dengan female dormitory room), menyapa saya dan saya pun menyapa dia. Dia berasal dari Manila, Filipina. Wow! Saya senang sekali menemukan teman baru yang berasal dari negara anggota ASEAN juga. Dia mengajak saya untuk menikmati sebuah restoran kecil yang terkenal dengan makanan khas Vietnam " Bahn Mi". Nama restorannya "Bahn Mi Hoa Ma". Karena saya juga penasaran dengan tempat tersebut, saya pun menerima ajakannya untuk mencari sarapan di restoran tersebut. Dengan bermodalkan Google maps, akhirnya kita sampai ke tempat yang di tuju.

Restoran ini tidak terlalu besar. Bahkan bisa dikatakan kecil. Mereka memiliki meja-meja dan kursi mini dan terletak di sekitar teras dan pinggir jalan. Mungkin restoran ini bisa disebut sebagai restoran pinggir jalan :D. Namun percayalah, makanan nya sungguh lezat sekali. Penampilan yang berbeda dengan Bahn Mi yang saya lahap sebelumnya, rasanya pun sedikit berbeda, namun tetap memiliki aroma khas rempah-rempah Vietnam yang saya suka. Hmmm… lezat. Habis menyantap sarapan pagi, kami berjalan menuju hostel kembali. Saya memiliki beberapa jadwal untuk mengunjungi beberapa lokasi di City Centre namun wanita Filipina, teman baru saya, dia hanya mau istirahat di Hostel. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat sendiri dengan bermodalkan Gmaps. Lagi :D. setelah saya browsing transportasi apa yang bisa saya gunakan, namun ketika Gmaps menunjukkan bahwa lokasi-lokasi yang saya ingin kunjungi tidak terlalu jauh, maka saya memutuskan untuk berjalan kaki saja.

Advertisement

Lokasi pertama adalah taman 23/9 Pham Ngu Lao. Taman ini memiliki banyak sekali pohon-pohon besar dan ada pula danau kecil di sebelah selatan taman. Taman ini juga memiliki beberapa alat olahraga yang bisa dipakai bersama, dan ketika saya berada disana, saya melihat kebanyakan yang berolahraga dan berjalan-jalan santai di taman itu adalah orang tua usia lanjut. Meskipun usia tua dan rambut sudah memutih, semangat mereka tetap besar untuk sehat. Terihat dari mimik wajah mereka yang segar dan bersemangat. Saya hanya menghabiskan beberapa menit di lokasi ini kemudian lanjut berjalan ke lokasi kedua.

Lokasi kedua adalah Katedral Notre Dame, sebuah gereja dengan artistik khas Eropa. Katedral ini merupakan salah satu lokasi favorit para wisatawan yang berkunjung ke Ho Chi Minh. Menurut saya katedral ini bagus, namun esensinya ya, itu hanya sebuah bangunan. Yang saya lakukan disana hanya melihat sekitar, mengambil beberapa gambar dan selfie, kemudian beranjak ke lokasi berikut nya.

Lokasi berikutnya adalah Post Office Buu dien Trung, berada disebelah katedral Notre Dame. Yang saya temukan di Post Office ini adalah beberapa gambar kuno dan mungkin beberapa perangko, saya juga kurang yakin apa hal tersebut. Yahh, berada ditempat ini sungguh baik, namun yang saya temukan hanya bangunan lagi dan ratusan manusia 😀

Lokasi berikut nya adalah tempat favorit saya di kota ini. War Remnants Museum. Yep, benar sekali. Tempat ini adalah sebuah museum yang penuh dengan cerita sejarah. Gedung ini memiliki 3 lantai, dimana setiap lantai memiliki cerita sejarah yang sangat mengagumkan. Saya suka sekali konsep penataan lokasi-lokasi sejarah dan urutan ceritanya. Gambar-gambar yang dihasilkan pun sungguh indah. Menurut saya, tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. Sungguh. Saya sangat menyukainya 😊

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan perut saya sudah berontak, sehingga saya harus makan. Saya berjalan menuju arah hostel sambal menyari makanan. Namun hingga saya sampai ke hostel, saya tidak menemukan makanan yang ingin saya makan. Sehingga pada akhirnya saya hanya minum jus buah dan kembali ke hostel. Istirahat sebentar sebelum melanjutkan tujuan terakhir di hari kedua di kota ini.

Lokasi terakhir adalah Ben Thanh Market, sebuah pasar yang isinya pernak pernik souvenir dari Vietnam. Ketika saya berada di sana, pasar ini sangat ramai sekali. Benar-benar ramai sekali. Namun berhati-hati ketika membeli dan menawar, karena mereka akan nenawar dengan harga yang sangat tinggi awalnya hingga ke harga yang terendah, bahkan ada yang memohon untuk tetap membeli barang jualannya. Sedikit memaksa dan menekan, dan sejujurnya saya kurang suka berbelanja dengan kondisi seperti itu. Maka saya dengan segera meninggalkan lokasi tersebut.

Hari sudah malam, maka saya bersama dengan wanita Filipina yang sebelumnya saya ceritakan, mecari makan malam disekitar hostel. Kali ini kita mencari makanan berbentuk mie ( baik mie goreng atau mie kuah). Pada akhirnya kita menemukan makanan yang kita inginkan, mie dengan kuah asam manis dan potongan daging pork. Sekali lagi saya beritahu, makanan di Vietnam penuh dengan daging babi/pork, sehingga saudara-saudara muslim harus cukup jeli saat membeli makanan di negara ini.

Selanjutnya kita kembali ke Hostel dan menikmati malam hari di Rooftop Hostel dengan segelas Saigon Beer 😊

Ps: Nantikan cerita selanjutnya 😊

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya