Torehkan Rasa Melalui Sastra, Perjalanan Menuangkan Pikiran Melalui Karya Sastra

Perjalanan Efie Rahma Dhani hingga dipercaya sebagai mentor dan narasumber di berbagai kelas literasi

Semenjak diminta guru MI nya untuk menyelesaikan program majalah, Efie Rahma Dhani pemuda asal Pacitan Jawa Timur memberanikan diri memulai karir di bidang penulisan sastra. Efie memulai dari nol dan mulai mengembangkan bakatnya setelah memasuki bangku SMA, ia mengikuti berbagai event kepenulisan dengan penuh tantangan, namun itu membuat tingkat kepercayaan dirinya meningkat.

Advertisement


“Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa,” ucap Efie.


Menginjak bangku kuliah perempuan kelahiran Bandung ini kemudian melebarkan sayap dan membentuk komunitas yang diberi nama “Nyerat Sastra”. Tak berhenti sampai disitu, ia juga menyalurkan potensinya dengan menjadi narasumber di salah satu platform belajar daring hingga berhasil menjadi mentor kelas fiksi.

“Berbagai macam media menyorot nama saya sebagai narasumber, tidak melelehkan semangat saya untuk terus berkarya dan menghasilkan naskah-naskah fiksi. Ditengah-tengah mentoring, selalu terjadwal kapan jari-jari saya memegang mesin ketik. Konsistensi berkarya itu adalah prinsip.  Saya akan buktikan kepada tuan tertinggi di bumi ini atau Pak Presiden, kalau saya bukan hanya penikmat sastra, tetapi juga pencipta sastra,” jelas Efie.

Advertisement

Ia selalu gencar mencari pengalaman baru di dunia sastra, baginya sastra adalah dimensi untuk dunianya sendiri. Sastra memiliki ruang tersendiri untuk mewakili perasaan yang terpendam yang terkadang tidak bisa diungkapkan oleh lisan.

Efie juga mengaku, ia tidak hanya mengagumi sajak sajak yang ada dalam puisi saja, namun ia juga menyukai cerpen dan menjadikan topik kedua jika tulisannya berkembang di luar duga. Menulis memang merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan, menulis tidak terbatas, boleh dilakukan oleh siapapun asalkan masih dibarengi dengan etika.

Hingga detik ini Efie telah berhasil menerbitkan 3 buku, satu diantaranya adalah buku cerpen, sementara 2 lainnya adalah buku antologi puisi. Sastra selain menjadi ungkapan perasaan yang tertuang dalam tulisan dapat menjadi healing untuk dibaca di kemudian hari saat kita mengalami fase sulit dalam hidup.

Walaupun sudah menjadi mentor dan juga narasumber, Efie masih giat menulis. Pena-pena yang berserakan dan kertas saling bertumpukan berisi tulisan-tulisannya, menandakan ia masih tetap menulis dan menuangkan perasaan dalam tajuk sastra.

Menulis juga mempunyai sisi lain yang bermanfaat bagi manusia, diantaranya dapat mengembangkan keterampilan berbahasa, menunjang dalam pembentukan watak, daya pikir dan cipta semakin tinggi, serta membuat diri lebih sensitif dengan lingkungan sekitar.

“Mulailah menulis dari sekarang. Agar kita tidak hilang dari pusaran waktu dan sejarah. Seperti motto saya yaitu time is the gold of life. "Waktu adalah emas dalam kehidupan" Menulis sekarang, manfaatnya akan kau dapat hari esok. Semakin lama (menunda) kamu menanam,  semakin lama juga kamu panen.” pesan Efie.

Menuangkan segala resah melalui bait sastra telah menghantarkan perempuan berusia 23 tahun itu kepada pengalaman-pengalaman yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Menulis sastra bisa dilakukan oleh siapapun asalkan dia punya kemauan untuk memulai. Sastra dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi jiwa jiwa yang sedang bimbang dan terjebak di antah belantah.

Selain aktif mengisi berbagai kelas literasi Efie juga aktif menulis di blog pribadinya, biasanya ia menulis blog saat sedang banyak yang ia pikirkan. Semua ia tuangkan melalui tulisan dan mendapat kepuasan batin setelahnya.

Namun, sebagai penulis ia juga tak jarang mengalami kebuntuan saat hendak mengungkapkan ide. “Ketika menulis, saya tidak pernah memaksakan. Tapi konsistensi. Saat lelah dan buntu, maka istirahatlah wahai mesin ketik. Main-main handphone, dengerin musik, atau nonton film bahkan memancing lele adalah pengalihan kepenatan. Ketika yang lain tidur, saya bangun untuk senam jari alias nulis. Awalnya sih hanya menggunakan pena dan kertas, membentuk coretan coretan yang akhirnya berubah menjadi teks blog. Ya harapan dan tujuan saya masih sama. Konsistensi dan semoga menginspirasi banyak orang.” ungkap Efie. Hal-hal seperti ini umum terjadi kepada para penulis, bahwa dalam setiap perjalanan tidak melulu mulus atau berjalan lancar-lancar saja, tetapi kebuntuan juga sering menghampiri.

Sastra dapat mendatangkan hal-hal luar biasa dalam hidup, semua orang dapat menjamahnya hanya saja harus dibarengi dengan kemauan untuk mulai menulis. Melalui tulisan-tulisan yang telah kita buat nanti, pada akhirnya kita tidak akan dilupakan oleh zaman. Melalui sastra, kita dapat dikenang, diingat, bahwasannya kita pernah hidup, kita pernah meluapkan emosi dan rasa yang terpendam melalui sastra.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE