Tradisi Megibung, Bentuk Indahnya Toleransi dan Kebersamaan Antarumat Beragama di Indonesia

Mumpung Ramadan, yuk berbuat dan menyebarkan kebaikan bersama!

Bulan penuh berkah bagi seluruh umat muslim di dunia telah tiba. Di Indonesia, penentuan tanggal 1 Ramadhan telah ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yaitu jatuh pada tanggal 6 Mei 2019. Sebagaimana yang telah diajarkan pada agama islam, bahwa selama bulan Ramadan umat muslim harus berpuasa dan di bulan ini pula telah dijanjikan limpahan berkah dan ampunan bagi hamba-Nya yang senantiasa berbuat kebaikan. Oleh karena itu, dalam bulan yang penuh berkah ini umat muslim beramai-ramai melakukan perbaikan diri menjadi yang lebih baik untuk mendapatkan pahala dan amal kebaikan oleh Allah SWT.

Advertisement

Indonesia sendiri merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Maka dari itu, suasana Ramadan terasa sangat kental Setiap daerah memiliki berbagai tradisi khas yang dilaksanakan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tidak hanya dinikmati oleh umat muslim saja, namun masyaraka nonmuslim juga turut merayakan datangnya bulan Ramadan. 

Salah satu tradisi menyambut Ramadan adalah tradisi Megibung yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali. Meskipun selama ini kita mengetahui bahwa masyarakat Bali mayoritas memeluk agama Hindu, tetapi tradisi Megibung sama meriahnya dengan perayaan-perayaan dan upacara keagamaan Hindu. Tradisi Megibung dilakukan oleh warga Karangasem yang mayoritas adalah muslim. Tradisi ini diperkenalkan oleh Raja Karangasem pada tahun 1692 masehi saat Raja I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem menang perang melawan Kerajaan Sasak di Lombok. Tradisi Megibung adalah sebuah tradisi ketika sang raja dan prajurit makan bersama dalam posisi melingkar dan dalam satu wadah.

Awalnya, Megibung dilakukan masyarakat Hindu untuk upacara-upacara adat keagamaan. Namun, sekarang Megibung juga dilakukan untuk menyambut Ramadan, Maulid Nabi Muhammad dan juga perayaan tahun baru. Dalam Megibung, setiap porsi makanan akan dimakan oleh 4-7 orang. Acara makan juga diselingi dengan obrolan ringan satu sama lain.

Advertisement

Tradisi Megibung sarat akan nilai-nilai pancasila, khususnya pada sila ke-3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Sila ketiga ini memiliki nilai-nilai persatuan, toleransi, kebersamaan tertuang di dalamnya. Hal yang sama terjadi dalam Megibung, semua orang duduk sama rata, bersama dalam satu lingkaran tanpa memandang kasta, jenis kelamin, agama dan suku maupun ras. Semuanya bersama dalam satu tempat untuk menikmati makanan bersama dan berbincang satu sama lain untuk bertukar pikiran.

Kondisi harmonis dan saling menghargai ini merupakan salah satu hal yang perlu dilestarikan demi terciptanya lingkungan masyarakat yang damai dan saling menghargai. Tradisi ini juga merupakan bentuk dari kerukunan antar umat beragama. Nilai-nilai Pancasila yang bersumber dari jiwa bangsa Indonesia sendiri hendaknya tidak lepas dari kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara, sikap saling menghargai, menghormati dan nilai-nilai budaya yang tertuang pada berbagai tradisi di Indonesia menjadikan suatu langkah awal untuk semakin menyebarkan kebaikan.

Advertisement

Oleh karena itu, berangkat dari tradisi masyarakat Indonesia, marilah kita saling menghargai, menghormati dan memanfaatkan momen Ramadan kali ini untuk berbuat dan menyebarkan kebaikan, serta terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sehingga dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia bersama-sama.

Selamat Ramadan!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE