Tuhan, Siapapun Dia Nanti yang Engkau Takdirkan Untukku, Aku Harap Dia Mencintaiku Tanpa Alasan Selain Lillah Ta’ala

Aku Mencintaimu Tanpa Alasan Selain Lillahi Taala

Tentang seseorang yang Tuhan takdirkan untukku kelak, aku tak bisa mengira, aku tak bisa menebak dan aku tak bisa mengatakan saat ini, kamu atau dia. Karena aku sadar, itu di luar kuasaku, dan Dia-lah yang maha mengetahui segala hal yang akan terjadi nanti. Untuk saat ini, biarkan saja aku berjuang untuk seseorang yang selalu ada dalam waktuku. Aku berusaha menyakinkan dia agar tahu betapa hatiku terpaut kesungguhan yang begitu mendalam bukan sekedar singgah lalu pergi tinggalkan luka yang membekas dalam hati. Aku mencintai bukan untuk pergi, aku menyayangi bukan untuk menyakiti, namun jika memang takdir berkata lain.

Advertisement

Entah aku yang pergi atau kamu yang mendahului, aku tak pernah berkata itu menyakitkan, namun akan aku jadikan sebuah pelajaran dalam hidup, jika semua yang terjadi di dunia ini hanyalah sementara, kelak jika waktunya tiba pasti akan terbit bahagia juga. Aku harap kau yang saat ini aku cintai tak merasa risih dengan perkataanku yang selalu mengandalkan takdir Tuhan untuk bisa bersama. Perlu kau pahami, bukan aku tak serius dengan hati yang kau punya, bukan aku tak mau menyakinkan kita akan selalu bersama.

Bukankah kau tahu, segala yang terjadi sudah diatur dengan baik dalam skenario yang maha bijak, dan kita hanya mampu menjalani dan akhirnya hanya Dia-lah yang maha mewujudkannya. Aku harap kau tak lagi bertanya tentang rasaku untukmu, karena hingga saat ini rasa itu tetaplah sama, sama seperti dulu saat aku begitu ingin hidup bersama denganmu. Dan perlu kau ketahui juga aku sedang mengupayakan untuk menuju halal untuk kebahagian kita. Jika nanti dalam perjalanan menuju halal itu kita terbendung suatu hal yang membuat kita harus memilih satu pilihan yang tepat antara cinta dan restu semesta, aku harap kau memilih satu pilihan yang tepat, karena aku yakin terbaik bagi kita belum tentu itu terbaik dari Tuhan.

Advertisement

Kita ingin bahagia dengan keridhoan Tuhan dan juga restu semesta. Ketika itu tak dapat kita miliki, maka akhirnya kita juga akan berpisah dan juang kita akan kandas dengan sendirinya. Aku harap itu perjuanganku saat ini berbuah bahagia yang kita rencanakan saat ini, bukan kecewa dan air mata yang menanti. Tuhan, siapapun dia nanti. Entah dia yang saat ini aku perjuangkan dan selalu aku lafalkan nanamnya di setiap doaku atau dia yang diam-diam mengeja namaku di setiap doanya. Aku tak tahu. Yang jelas aku mohon kepada agar aku bisa bersanding dengan seseorang yang mencintaiku dan menerimaku tanpa alasan selain lillah ta’ala.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jejak Rindu Di Telaga Nurani"