Umur Hanyalah Deretan Angka, Semua Orang Punya Waktu Bersinarnya Masing-masing

insecure

Kita pasti pernah merasa insecure melihat unggahan teman atau kerabat di media sosial tentang pencapaian hidup mereka. Ada yang sudah menikah, ada yang baru dikaruniai momongan, ada yang mendapatkan pekerjaan bergengsi, ada yang sudah beli mobil, liburan ke sana-sini dan lain-lain. 

Advertisement

Kita juga pasti pernah membandingkan,


'Mereka udah bisa gitu. Kok, gue masih gini-gini aja?'


Pemikiran tersebut sangat wajar mengingat begitu masifnya eksposur mengenai hal itu di sekitar kita. Wajar juga bila perasaan rendah diri itu muncul, namanya juga manusia, tapi tidak boleh lama-lama ya. Karena perlu kita tahu bahwa hidup sejatinya bukan balapan. 

Advertisement

Ada orang yang menikah di usia 18, ada yang di usia 25, 30. Ada juga yang langsung mempunyai momongan setahun setelah pernikahan, ada juga yang harus menunggu 15 tahun untuk dikaruniai keturunan.

Soal karier juga begitu, ada yang baru lulus sudah dapat kerja, ada yang 2 tahun nganggur baru dapat pekerjaan. Bahkan ada yang sudah bekerja malah di-PHK dan mulai dari nol lagi.

Advertisement

Kalau kita perhatikan, semua itu ternyata hanya soal waktu. Kita diberi garis waktu masing-masing. Setiap orang punya garis waktu yang berbeda. Kita tidak pernah bisa tahu apa yang terjadi dengan kita 5 menit dari sekarang, hari esok atau bahkan 1 tahun kemudian. Semua itu rahasia Tuhan.

Yang sekarang bisa kita lakukan adalah untuk tetap semangat menjalani hari, tetap semangat  memperbaiki diri dalam menggapai mimpi. Mau di usia berapapun kita saat ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai dan mewujudkan kehidupan impian kita. Umur hanyalah deretan angka. Dan semua orang mempunyai waktu bersinarnya masing-masing.

Jadi mulai saat ini, bila masih ada mimpi yang ingin dikejar, mari kejar. Jika merasa masih banyak kekurangan diri, yuk perbaiki saat ini juga. Bila masih ada tempat yang ingin kita kunjungi, mari segera berkemas dan melakukan perjalanan. Atau masih mau belajar walaupun kita bukan usia sekolah lagi? Tak masalah.

Yang menjadi masalah dan harus kita hilangkan adalah sifat malas, iri dan putus asa. Ketiga hal ini hanya akan menghambat mimpi-mimpi kita. Merasa minder, tak apa. Tapi jadikan itu sebagai pompa semangat dan bahan bakar atas kerja keras kita. 

Sekali lagi, hidup bukan soal siapa cepat, tapi siapa yang bisa menjalani dan memaknai waktu terbatas yang diberikan Tuhan ini. Omongan miring dari orang-orang anggap saja sebagai angin lalu. Jangan dimasukan ke hati dan jangan diambil pusing. 

Tetap semangat, ingat, hard work always pays off! Jadikan setiap momen dalam hidup entah itu 18, 25, 32 atau 50 tahun bermakna dan tidak berlalu begitu saja. Percayalah, waktu bersinar kita akan segera datang dan kehidupan impian kita perlahan menjelma menjadi nyata.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

penyuka buku, coklat, kamu, dan SEVENTEEN. 90 Line :)

CLOSE