Ayah. Apa kabarmu hari ini? Aku selalu berdoa agar engkau selalu dalam keadaan sehat dan bahagia

Ayah. Tidak terasa saat ini aku sudah bertumbuh semakin dewasa, umurku sudah tidak lagi kecil seperti dulu, Aku banyak mengenal orang lain di hidupku dan lingkunganku pun sudah sangat luas Ayah. Tapi tanpa aku sadari ternyata usiamu pun juga sudah tidak lagi muda. Usiamu menua, rambutmu memutih, dan mungkin fisikmu tidak lagi gagah seperti dulu ayah.

Advertisement


Ayah … engkau adalah laki–laki pertama yang membisikanku kalimat manis dari Tuhan, engkau laki–laki pertama yang mengecup keningku dan mengatakan cinta kepadaku. Aku ingin berterimakasih kepada Tuhan bahwa aku dilahirkan kedunia ini dengan sempurna untuk menjadi “Buah Hatimu”.


Ayah, aku ingin bertanya, apakah engkau tidak lelah mengorbankan waktu dan tenagamu untukku selama ini? Ayah, apakah engkau tidak lelah denganku yang selalu saja membuatmu pusing dengan segala tingkahku yang kadang tidak berkenan di hatimu? Ayah, aku tahu mungkin engkau canggung untuk menanyakan kepadaku, aku sedang apa, aku berada di mana, aku sudah makan atau belum, bagaimana keadaanku, siapa laki–laki yang sedang ada di dekatku, dan apakah demamku sudah turun sewaktu aku sakit, engkau selalu menanyakan semua itu melalui Ibu, Ibu adalah perantaramu untuk bertanya tentangku.

Tapi dibalik itupun aku tahu engkau selalu memperhatikanku secara langsung, engkau orang yang paling khawatir jika aku pergi sampai larut malam, dan bahkan engkau sering terjaga hingga memastikan aku baik–baik saja sampai di rumah. Ayah, putrimu yang dulu menggenggam telunjukmu karena terlalu kecilnya aku saat itu, saat ini sudah bisa menggenggam tanganmu secara utuh karena aku sudah beranjak dewasa ayah, dan mungkin tidak lama lagi akan ada seorang pria yang akan menggenggam tanganku juga ayah.

Advertisement

Aku yakin sampai saat itu tiba nanti, itu akan menjadi masa yang sulit untukmu. Engkau akan bertemu dengan laki–laki yang akan berjanji untuk menjagaku dengan baik dan akan memberikanku yang terbaik dalam hidupku dengan menjadikanku istri di hidupnya.

Engkau tidak akan mudah melepas putrimu yang telah kau jaga dari kecil hingga dewasa, engkau pasti merasa khawatir jika sewaktu–waktu laki–laki tersebut melukaiku, engkaupun akan memastikan berkali–kali kepadanya dan kepada hatimu, untuk bertanya pada diri ayah sendiri “apakah ayah sudah yakin dan ikhlas bahwa putrinya yang sudah tidak lagi kecil akan dipersunting oleh seorang laki–laki ?”

Ayah, siapapun laki–laki yang akan menjadi pendampingku kelak, percayalah engkau tetap menjadi laki-laki pertama yang aku cinta dalam hidupku. Tidak ada yang bisa mengalahkan ketampananmu, tidak ada yang sekuat dirimu dalam melindungiku, tidak ada laki–laki yang selembut dirimu dalam menyatakan cinta dan sayangnya kepadaku.

Ayah, pada saat nanti ada yang menjabat tanganmu untuk mengucapkan kalimat “Ijab Qobul” dalam 1 nafas untukku, pada saat itu juga sudah lepas semua tanggung jawab ayah terhadapku, semua akan beralih kepundak suami ku kelak.

Tapi ayah, sedewasa apapun aku, dan apapun fase kehidupan yang akan aku lalui, percayalah ayah sampai kapanpun aku tetap akan menjadi putri kecilmu, aku tetap putri kecil yang akan manja kepadamu dan akan terus menjadi wanita kecil yang menyayangimu sepanjang hidupku. Ayah, dengan tulisan ini aku ingin menyampaikan terima kasih kepadamu, terima kasih sudah merelakan waktu, tenaga, dan kasih sayangmu untuk membesarkanku dna menjagaku hingga saat ini, aku merasa beruntung dikirimkan Tuhan kepadamu. Ayah, tidak akan cukup kata–kata dan apapun yang ada di dunia ini untuk membalas semua yang telah kau berikan.


Ayah, namamu selalu dalam doa yang aku panjatkan pada Tuhan, Ayah … sehat selalu ya, bahagia selalu, jangan bersedih Ayah. Jangan bersedih jika kelak kau merasa Putri mu membagi cintanya untuk laki–laki lain. Aku tidak akan membaginya, aku akan selalu menempatkan Ayah ditempat yang paling terbaik dihatiku


Ayah, aku mencintaimu. Ayah, ku menyangimu. Ayah, terima kasih untuk tenaga dan keringat yang keluar untukku. Ayah, maafkan semua kesalahanku. Ayah, tetaplah menjadi tempat pelukan yang hangat dan kecupan di kening yang manis untukku ayah … I love You

Salam sayang dan cinta dari putri kecilmu

… Aku …

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya