Untuk Kamu yang Merasa Tidak Melakukan Sesuatu yang Berarti Selama Pandemi ini

tidak produktif selama pandemi

Apakah saat ini kamu merasa tidak sedang melakukan sesuatu yang berarti?

Advertisement

Kesibukan harianmu juga itu-itu saja. Sedangkan orang lain terlihat begitu sibuk dengan berbagai kegiatan mereka. Kalau memang kamu merasa seperti itu, apakah kemudian kamu serta-merta menilai bahwa dirimu tidak berguna karena tidak seperti yang lainnya? Jika iya, mengapa? Tanyakan itu pada dirimu sendiri, bukan ke orang lain!


Setiap orang memiliki standar mereka sendiri, tidak heran kita melakukan penilaian terhadap diri sendiri maupun orang lain. Seringkali kita juga membandingkan apa yang diri sendiri telah lakukan dengan apa yang dilakukan orang lain.

Sebenarnya hal tersebut wajar-wajar saja dan sah dilakukan, selama kegiatan membandingkan tersebut tidak membawa kita menuju pemikiran yang terlalu dalam dan berlarut-larut.


Advertisement

Akhir-akhir ini, rasanya memang berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya. Tahun 2020 ini bagaikan tahun penuh ujian bagi setiap individu umat manusia. Ada beberapa yang nampak seperti biasa, tak tergoyahkan sedikitpun, tidak ada yang berbeda dengan kesehariannya. Ada yang sedikit mengeluh, kemudian ada juga yang setiap harinya diwarnai dengan berbagai keluhan. Mulai detik itulah kemudian hal demi hal kamu lakukan.

Dikarenakan adanya pandemi ini, maka pekerjaan dan kegiatan belajar dilakukan secara daring (online) dari rumah. Destinasi wisata, transportasi, dan berbagai kegiatan yang melibatkan publik dan khalayak banyak juga ikut dibatasi. Lantas dengan keadaan seperti ini, apa yang kamu lakukan ketika di rumah saja? Selain aktivitas wajib seperti bekerja dan sekolah, kamu pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama gawai dan media sosial. Tidak seperti hari-hari biasa di mana kamu bekerja dan bersekolah kemudian bertemu teman-temanmu dan bercerita berbagai hal dari A hingga Z. 

Advertisement

Setelah beberapa bulan yang nampaknya sudah biasa-biasa saja terlewati, kemudian suatu hari saat kamu membuka media sosialmu, kamu melihat postingan dan instagram story teman-temanmu yang menjadi volunteer sebuah kegiatan sosial, atau saat mereka mengikuti webinar, atau kedekatan temanmu dengan keluarganya, mungkin juga teman-temanmu yang berhasil mendapatkan prestasi yang lebih dari biasanya bahkan di kala pandemi. Lalu kamu melihat dirimu sendiri sembari beratnya "Apa yang aku lakukan selama ini?". Kamu kemudian memikirkan hal tersebut tak lupa dengan apa yang teman-temanmu lakukan sebagai bahan bandingannya. Berlama-lama mencari pembelaan diri namun akhirnya berujung pada rasa tidak bangga dengan diri sendiri, merasa rendah diri dan beranggapan bahwa you did nothing this whole time. 

Menghelalah napas yang panjang….. (kemudian baca dengan pelan dan resapi setiap kata pada tulisan berikut)

You are you!

Kamu bukanlah orang lain! Tidak ada yang salah dengan menjadi dirimu sendiri. Jika memang kamu merasa kamu tidak melakukan apa-apa yang "berarti" selama beberapa waktu, apakah kamu bersalah akan hal tersebut? Tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dengan tidak menghasilkan sesuatu yang "sepertinya" penting, bukan? Lagipula penting atau tidaknya sesuatu itu relatif di setiap penilaian orang. Mungkin, apa yang sedang kamu lakukan selama ini adalah menenangkan diri sendiri (self-healing) secara tidak sadar. Kedamaian batin (inner peace) dirimu adalah hal yang utama. Jangan pedulikan hal-hal yang kamu lihat dan kamu dengar mempengaruhi perasaan jiwamu.

Lalu bagaimana dengan kualitas kesibukanmu dibandingkan teman-temanmu yang terlihat produktif dengan kegiatan nyata mereka di media sosial? Well, memang benar mereka sedang melakukan sesuatu yang berguna (yang dapat dilihat dengan mata). Namun, siapa yang sangka dan mengira bawa ternyata banyak juga temanmu di luar sana yang diam-diam dan tidak kamu sadari terinspirasi dengan berbagai hal yang kamu bagikan di sosial media? Yang kamu anggap tidak bermakna apa-apa. Mereka yang bisa mengambil insight dari instastory-mu yang berisikan ujaran self-love, self-motivation, terkadang juga beberapa rekomendasi bacaan, tontonan, maupun kegiatan yang kamu bagikan karena memang kamu ingin saja untuk berbagi. 

Kemudian kamu tersadar bahwa mungkin iya, selama ini kamu belum berkontribusi dengan kegiatan fisik, nyata, yang dapat terlihat. Tapi ternyata, kamu telah membagikan sesuatu kepada teman-temanmu dan orang lain di luar sana dengan sesuatu yang kesannya kamu anggap sepele; kata-kata motivasimu, berbagai jenis rekomendasimu, hingga jokes garingmu yang berhasil membuat sebagian dari mereka merasa terhibur dari kesibukan rutinitas mereka yang melelahkan. 

Mungkin selama ini jiwamu sedang lelah akan suatu hal dan jiwamu sedang berusaha untuk mengatasi kelelahannya. Jika kemudian kamu sudah tersadar akan hal-hal tersebut di atas, apa yang kemudian bisa kamu lakukan? Sepertinya, jiwamu sudah kembali nyaman karena kamu juga sudah tersadar. Kamu bisa memulai sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya di hidupmu dalam rangka mengembangkan potensi yang kamu miliki. Terjun mengikuti aksi sosial nyata, mulai terbuka lagi dan mendekatkan diri kepada keluargamu, menemui teman-temanmu yang sudah tidak lama saling sua juga bisa kamu lakukan agar dirimu terbiasa kembali dengan komunikasi langsung yang rasanya sudah lama sekali tidak menjadi bagian dari rutinitas lamamu (tentu saja semua dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19). 

Banyak sekali faktor yang ikut berperan serta dalam pemikiran dan penilaian buruk mengenai dirimu sendiri. Yang pasti, pada akhirnya kamu sadar dan mengetahui fakta bahwa you didn't do nothing, you did something! Yakinkan diri bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan manusia itu selalu berakhir sia-sia. Sesekali merasa rendah diri memanglah wajar, sangat manusiawi. Yang terpenting adalah selalu temukan motivasi di saat kamu merasa rendah supaya kamu bisa bangkit melawan dirimu sendiri, bukannya orang lain.

Setiap hal membutuhkan proses, dan proses akan selalu memakan waktu. Jadi, berhentilah mengeluh, berhentilah berpikiran negatif, berhentilah membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain karena setiap orang mempunyai porsinya masing-masing, berhentilah menghakimi diri sendiri atas segala sesuatu yang telah terjadi. Kemudian mulailah menysukuri hari-harimu, berpikiranlah secara positif, dan yakini bahwa apa-apa hal baik yang kamu tanam akan kamu tuai pada waktu yang tepat!


Be you, be grateful for your life and appreciate every second of time.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

less is more,

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE