Bertahun-tahun, puluhan bulan, ribuan hari bahkan puluhan ribu detik kita habiskan "bersama". Bersama saling menganggap penting satu sama lain, bersama membuat satu sama lain menjadi bagian dari hidup kita masing-masing, bersama menjadikan aku dan kamu menjadi kita meski tak pernah ada yang tahu dimana letak ujungnya. Kehidupan yang tak pernah direncanakan dari awal dan terjadi begitu saja.

Rupanya ada banyak hal yang telah kita alami, dari suka hingga duka cita, saling menyalahkan hingga saling menguatkan. ada banyak hal yang telah kita bangun dan perbaiki bersama. Pondasi-ponsasi kisah layaknya gedung-gedung tinggi yang kokoh…., sampai pada akhirnya kita sama-sama berada disatu titik yaitu "Jenuh". Satu Kata yang klise namun begitu menyeramkan bagi kita yang sudah lama menjalani hubungan hingga ribuan hari. Satu kata yang menyeramkan bagi kita yang menyebabkan semua itu terjadi atau yang terkena akibat dari perasaan itu. Kumpulan perasaan yang dipendam untuk saling menjaga satu sama lain, berakhir saling mengecewakan satu sama lain. Lagi-lagi hukum sebab akibat itu terjadi.

Advertisement

Menyesakkan memang, apakah ini pertanda Tuhan? Atau cara Tuhan untuk membuat kita terus saling menguatkan ? menyusun pondasi-ponsasi kisah untuk seterusnya dan seterusnya. Tak pernah ada jawaban yang pasti dari setiap pilihan kehidupan.

Tidak pernah ada maksud untuk saling menyakiti, tapi apalah daya, kita hanya insan yang sering kali keliru dan bertindak sesuka hati, tapi daripada itu aku akan menemani setiap gelap dan mendungmu, karena lagi-lagi selepas hujan tak selalu datang pelangi. Untuk kita yang sedang berjuang, jangan pernah lelah untuk mengikhtiarkannya.

Semoga kita selalu ada dijalan yang memang kita harapkan. Semoga setiap keinginanmu selalu terkabulkan Oleh-Nya. Semoga kita tetap menjaga perasaan ini meski tak pernah ada yang tahu takdir kita akan kemana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya