Seharusnya segala sesuatu yang sudah dimulai juga tahu cara mengakhirinya. Aku adalah pengelana yang sibuk mencari rumah untuk mengakhiri perjalanan. Dari hati ke hati aku pernah singgah tapi tak juga menemui hati yang pas untuk tinggal.


Banyak yang datang menawarkan hati. Sayang sekali, saat kucoba melakukan perjalanan bersamanya seringkali terhenti.


Advertisement

Entah bagaimana ada saja halangannya. Ada yang menemui persimpangan lalu memilih tak melanjutkan perjalanan bersama. Ada pula yang malah singgah kepada hati yang lain di tengah perjalanan bersamaku. Ada yang berhenti menemani berjalan karena kelelahan dengan sikapku. Ada juga yang sedikit lagi mencapai finish tetapi memilih berbalik arah. Ada-ada saja semesta mempermainkan takdir.

Jika bukan jodoh, Tuhan selalu punya caranya menjauhkan.

Seringkali, Tuhan hanya ingin kita tahu bagaimana jika melakukan perjalanan dengan orang yang salah terlebih dahulu sebelum akhirnya mempertemukan dengan orang yang tepat.

Advertisement


Hidup ini adalah sebuah perjalanan menemukan.


Perjalanan menemukan teman mencapai finish bersama, perjalanan menemui teman dengan visi dan misi yang sama, juga perjalanan mencintai seseorang untuk menua bersama. Sudah banyak kota besar yang aku singgahi di Indonesia. Masih saja Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi kota yang ku rindukan. Padahal, dari sekian banyak kota tempatku berkelana selalu saja banyak hati menawariku untuk tinggal. Sayang sekali, aku tak juga merasa nyaman.

Perjalananku sudah terlampau jauh, setelah memutuskan untuk meninggalkan kotaku,Kendari. Aku berharap bisa menemukan rumah baru di kota asing yang kini menjadi tempatku mengadu nasib. Namun, lubuk hatiku selalu saja meminta pulang. Hingga, tak satu pun yang membuatku merasa tepat untuk berjalan bersamaku.

Untukmu yang entah siapa, maukah berjanji padaku? Jika suatu hari nanti kutemui dirimu di tengah perjalananku berkelana, jangan menawari untuk menemaniku berjalan! Jika pada akhirnya tak sanggup menemani hingga akhir perjalananku berkelana.


Kau tahu? Siapa pun kamu.


Kuharap suatu hari nanti mau menemaniku berkelana. Tidak gampang merasa lelah di tengah perjalanan kita. Menikmati setiap langkah perjalanan kita. Sebab, perjalanan adalah proses mengenal dua insan.

Jika suatu saat nanti kutemui kau di tengah perjalananku, temani aku hingga mencapai garis finish. Jadilah seseorang yang satu-satunya berhasil melewati setiap rintangan dalam perjalanan kita.

Hingga akhirnya, kamulah yang menjadi RUMAH.

Tempatku mengistirahatkan perjalanan panjangku.

Untukmu, seseorang yang belum juga aku temui.

Tunggu aku menjumpaimu, Sayang.

 

Dariku,

Seseorang yang selalu ada dalam doa panjangmu dengan Tuhan.

NCU

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya