Untuk Perempuan yang Masih Dicintai Lelakiku, Boleh Aku Tau Cara Menjadi Dirimu?

masih terikat masa lalu

Waktu itu, kira-kira 29 bulan yang lalu.

Advertisement

Saat aku memutuskan untuk menjadi bagian dari hidupnya, dan merangkai cerita indah bersamanya, kau tau? Di dinding-dinding hatinya masih terpahat indah sebuah nama, namamu. Sudah agak memudar memang, tapi masih terbaca jelas. Di matanya juga ada luka, luka penyesalan yang entah kapan habisnya.

Nama itu, iya namamu. Bukan hanya terpahat indah di hidupnya, di hatinya, di hari-harinya, bahkan di handphone-nya. Barisan potomu pada galerinya, pun wallpaper-nya dihias indah sebuah wajah yang bukan aku, tapi kamu. Apakah aku iri? Ya, aku iri. Dalam hati aku mengutuk mengapa rupaku tak seindah rupamu, sehingga dia lebih memilih memajang potomu dibanding aku, tapi biarlah, aku tak mengapa.

Untuk perempuan yang dicintai lelakiku,

Aku menemaninya, sambil merawat luka-lukanya. Sudah banyak mimpi yang kami rangkai dan kami capai, sudah banyak waktu yang kami habiskan dan kami abadikan, sudah banyak cerita yang kemudian menjadi kisah. 29 bulan bukan waktu yang sebentar, dia berkata akan merangkai masa depan bersama, tapi bagaimana bisa dia berjalan merangkai masa depan sedangkan dia setiap hari berjalan mundur memeluk masa lalunya. 29 bulan bukan waktu yang sebentar, namun namamu, masih terukir indah di hatinya, bahkan semakin jelas terbaca.

Advertisement

Untuk perempuan yang dicintai lelakiku,

Entahlah, terkadang aku merasa bodoh, memeluk seseorang yang memeluk masa lalunya. Kau tau, aku menemaninya menjalani hari-hari buruknya, saat dukanya, saat susahnya. Aku bersedia menemaninya menggapai mimpi-mimpinya, yang tinggal selangkah lagi. Tapi, kau tau? Siapa yang selalu dia ingat? Namamu, bukan namaku.

Hingga suatu hari, saat dia mendaki gunung, di atas ribuan meter di atas permukaan laut, nama yang dia ingat dan dia tulis di atas kertas adalah namamu, bukan namaku. Bahkan, saat mendaki dan berada di puncak, nama yang selalu dia ingat adalah namamu, bukan namaku.

Untuk perempuan yang dicintai lelakiku,

Aku cemburu, bagaimana tidak, 29 bulan aku menemaninya, tapi tak bisa menggantikan namamu di hatinya. Aku tetap tak punya tempat di hatinya. Namaku mungkin hanya serupa sarang laba-laba yang menggantung, tak bermakna. Boleh aku tau, bagaimana caranya menjadi kamu? Hal apa yang kamu lakukan untuknya sehingga dia begitu jatuh padamu.

Untuk perempuan yang dicintai lelakiku,

Aku tak meminta kau ajarkan aku menjadi sepertimu, karena rasanya percuma. Sekarang namamu terpahat indah, semakin jelas dan nyata. Aku tak akan bisa menghapusnya walau meminjam tongkat bidadari sekalipun. Aku mundur, karena sadar diri, takhtamu di hatinya tak akan pernah tergantikan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Wanita biasa saja yang sedikit suka menulis. udah gitu aja.

CLOSE