Sejak saat itu aku jadi takut jatuh cinta. Bukan karena trauma, bukan juga karena tak ingin lagi mengenal cinta. Hanya saja aku belum siap. Aku takut hatiku kembali kecewa, kembali terluka disaat aku merasa bahagia. Sebenarnya aku pun ingin kembali merajut cinta. Aku sudah tidak berharap kembali mengulang cerita bersama orang yang sama. Keinginan untuk kembali sudah tak lagi menjadi harapanku. Karna aku sadar jelas tak mungkin aku dan dia kembali bersatu.

Kini aku sudah lekas menata hatiku. Tapi entah mengapa, aku belum berani untuk membuat sebuah komitmen baru. Seperti yang telah aku katakan waktu itu, bukan aku tak ingin jatuh cinta lagi, aku hanya masih belum siap akan kemungkinan yang bisa saja terjadi nanti. Aku hanya perlu waktu, waktu untuk meyakinkan perasaanku. apakah kau orang yang tepat untuk menjadi teman berbagiku.

Aku ingin kau mengenaliku dulu, kenalilah aku dari sisi baik ataupun burukku. Aku tidak ingin kau lantas kecewa lalu meninggalkanku seperti para pelaku cinta lainnya. Maaf, aku tidak bermaksud menyamakanmu dengan semua yang pernah menyakitiku. Karna aku tau setiap orang itu berbeda, dan aku tau tidak semua laki-laki sama. Dan taukah kamu? Bahkan yang dulu menyakitiku dan meninggalkanku dia juga berkata seperti itu. Mengklaim bahwa dia tidak sama dan berucap janji akan bersama selamanya, namun pada akhirnya diapun membuat kecewa.

Berhentilah berasumsi bahwa aku masih memikirkan cinta lama, atau mungkin berpikir aku trauma. Aku hanya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, tidak ingin mudah percaya. Ada yang harus kau tahu, bahwa bagiku masa lalu tidak lebih dari sebuah kenangan bisu. Dan trauma tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Aku hanya sedang berusaha menjaga hatiku, karna sampai detik ini belum ada yang benar-benar mampu kupercaya untuk bisa menjaganya.

Dan yang harus kau pahami, tidak ada niatan untuk untuk menggantungkan perasaanmu sama sekali. Jika kau memang bersungguh-sungguh kau pasti akan bersabar dan siap dengan kemungkinan apapun nati. Tapi jika memang tidak, maka mundurlah dan hentikan sekarang karna aku tidak ingin terluka lebih dalam. Aku tidak akan memaksamu bertahan menunggu keputusanku. Seandainya kau tidak terima tidak masalah bagiku. Karna sungguh aku hanya masih belum yakin pada perasaanku, apalagi untuk mempercayakan hatiku padamu.

Advertisement


Aku butuh waktu