Untuk Seseorang yang Mengajariku Mengenali Batas

Dua hari yang lalu kau mengguratkan kesadaran tentang batas, belajar lebih tentang satu dua bahkan tiga ataupun yang lainnya batasan tentang diri sendiri, kau, dan mereka. Perlu memutar otak mencoba menerka maksud dari setiap kalimatnya. ya hanya menerka dan menyimpulkannya sendiri tanpa bertanya padamu dengan lebih teliti. Menjadi besar dengan jiwa yang besar, memahami diri dan batasannya.

Advertisement

Kau bilang itu sulit dan aku selalu mencoba tak peduli setiap kau berkata begitu "katamu menimpali setiap pertanyaanku". Mungkin aku hanya perlu waktu untuk menyesuaikan prinsip yang berbeda dengan aturan berbeda. Namun sebenarnya aku tau, kau memperhatikanku lebih. Aku pun tahu aku hanya perlu waktu untuk membedakan batasan.

Kali ini aku berfikir tentang pembelajaran, menjadi dewasa dengan pilihan, tak hanya selalu mengeluh padamu setiap kali dalam percakapan. Perlu mengerti arti keikhlasan dan kedewasaan dalam diam, tak perlu banyak bicara. Kau tahu, aku tau, sudah cukup. Kau bilang ingin eksis atau apalah. Terkadang wanita juga butuh penjelasan dan kepastian. Kau bisa tenang, suatu hari nanti ia akan mengenali batasannya sendiri, kau dan batas mereka. Terima kasih. Terima kasih sekali lagi untukmu setiap waktu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

4 Comments

  1. Ndow berkata:

    Pernah kudengar tanya seorang hamba kepada beberapa Tuhan mungil di dunia. “Wahai Tuhan-Tuhanku yang selalu dan setia menyertai akudanwaktu, harus berapa ribu lagi kutelan entah, atas tetanya liar penuh candu. Bahkan pernah ingin menolak lupa. Alhasil, dibuai risau dan lagi-lagi #entah harus dg akal bagaimana bisa jauh menghindari ini?”

CLOSE