Kampung halamanku, telah sekian purnama berlalu, namun aku belum juga menemuimu untuk melepas rindu. Rindu asrimu, rindu keramaian di dalammu dan rindu semua tentangmu. Semua rinduku selalu bertambah dari waktu ke waktu, ia begitu curang karena selalu bertambah namun enggan berkurang.

Aku memang berlebihan. Selalu merasa bahwa aku ini sendirian di perantauan. Aku terkadang juga lupa bahwa di perantauan sudah menjadi pilihan yang mana harus membuat aku dan keluarga berjauhan. Aku bersyukur karena jauhnya aku darimu mengajarkanku untuk lebih bijak lagi dalam memilih keluarga baru di tanah rantau, meski begitu keluarga asliku di kampung halaman tetap tidak akan pernah tergantikan.

Advertisement


Kampung halamanku, kau perlu tahu bahwa seindah apapun tanah rantauku, Ia tak akan pernah bisa mengalahkan rasa nyaman ketika aku sedang berada di pelukanmu.


Makanan apapun yang aku mau bisa aku dapat di tanah rantau, namun kepuasan akan apa yang aku dapat tak akan pernah bisa menggantikan enaknya masakan buatan ibu. Di setiap perbincangan dengan teman-temanku tak lupa aku selalu menceritakan kebanggaanku terhadapmu. Sebab, seperti  apapun kamu, kamu tetap satu-satunya alasan kepulanganku selain untuk menemui ayah dan ibu.

Aku rindu suasana pagi hari yang berembun dengan sinar matahari yang hangat, bukan embun yang sirna karena terkena pancaran sinar matahari yang menyengat. Aku rindu semilir angin yang sejuk, bukan polusi udara dan ramainya kendaraan yang hiruk pikuk. Aku rindu keasrianmu yang menyegarkan mata, bukan pemandangan kemacetan yang ada di mana-mana. Aku ingin ketika nanti aku menemuimu, waktu bisa berkompromi untuk tidak tergesa-gesa pergi. Aku ingin waktu dapat memahami betapa senangnya seorang anak rantau yang sedang mengobati rindu teramat dalam kepada kampung halaman.

Advertisement

Semoga hari itu, hari pertemuan aku dan kamu, akan segera Tuhan beri restu, agar temu itu menjadi temu seperti yang ku mau. Meskipun aku meyakini bahwa rinduku padamu mungkin tak akan sepenuhnya terhempas, namun setidaknya rindu itu sudah sedikit terpangkas.

Kampung halamanku, sekali lagi kamu perlu tahu bahwa aku berusaha untuk tidak mengecewakanmu. Sebab, sejauh apapun aku pergi meninggalkanmu, aku tetap bertahan pada tujuan awalku untuk membuatmu bangga, karena aku telah memilihmu untuk menjadi satu-satunya tujuan pulangku.


Salam hangat dariku anak rantau untukmu kampung halaman yang selalu ku rindu, semoga rindu lekas berujung temu!


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya