Tulisan ini kupersembahkan untuk semua orang yang masih bersabar membersamai dia yang masih ragu. Tulisan ini juga kudedikasikan untuk semua orang yang masih belum menyadari betapa ada seseorang yang dengan sabar selalu dalam diam berdoa pada yang Kuasa. Mereka yang masih ikhlas dalam sujudnya, dalam diamnya, bahwa Tuhan akan menyadarkan pada si dia yang masih belum beranjak dari masa lalunya. Sampai dia yang masih ragu akan segera yakin untuk memilih masa depannya. Bahwa kita adalah orang terbaik yang akan menemani dia untuk menciptakan cerita indah di dalam sisa hidup di dunia ini.

Kita memang tidak bisa memilih pada siapa kita jatuh cinta, termasuk mungkin cinta pertama yang sangat sulit kita lupakan. Tetapi kehidupan selalu memberikan pilihan, akan selalu ada kesempatan untuk memilih dengan siapa kita akan menghabiskan sisa hidup bersama. Cerita cintamu dengan cinta pertamamu mungkin sangat indah, tapi kita bisa menciptakan kisah kita sendiri dan bahagia dengan cara mensyukuri apa yang kita punya. Aku juga pernah jatuh cinta dan cerita indah cintaku dulu mungkin memang bukan denganmu, tapi ketika dalam diam aku sudah memilihmu lantas kapan kamu akan membuka hatimu?.

Advertisement

Kita ini apa?teman?apakah ada teman seperti ini?dan apakah kita berdua bisa menahan hati dari rasa menyakiti satu sama lain?. Jika kamu tidak merasa tersakiti, maka mungkin aku yang akan tersakiti nantinya. Kita adalah dua orang yang bertemu di kilometer 80, dan tidak tahu di kilometer mana kita akan berhenti, berbelok atau bahkan tetap bersama sampai kilometer terakhir dalam nafas hidup kita. Aku tahu tapi aku pura-pura tidak tahu bahwa ternyata kamu masih ragu dan buntu. Aku hanya melewatkan setiap namamu didalam lantunan doaku pada Tuhanku. Aku bersabar atas pilihanku yang memperjuangkanmu dalam diamku.

Aku dan semua orang diluar sana yang masih setia dalam diam berdoa semoga Tuhan membuka hatimu. Aku pun sama denganmu, kamu bukanlah cinta pertamaku dan bukan pula seseorang yang aku cintai dalam-dalam karena aku ingin mencintaimu ketika kita berjanji di suatu kilometer untuk berjalan bersama sampai kilometer nafas terakhir. Aku bersabar karena aku ingin menunjukkan pada Tuhan, bahwa kamulah pilihan yang selalu dalam diam aku perjuangkan.

Beranjaklah, karena masa lalu tidak akan menyediakan masa depan untukmu. Kita ini sama, sama-sama tanpa mencintai satu sama lain. Aku sudah sadar ingin berhenti mencari dan memilihmu sebagai orang yang akan aku cintai disisa hidupku, meskipun kamu masih ragu. Tak ada yang bisa kujanjikan, semoga Tuhan menghendaki kita bisa saling memilih untuk menciptakan kisah indah bersama sampai kilometer terakhir.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya