Aku pernah berkata, jika cinta adalah tentang dua hati yang saling mencari, hingga mereka menjadi. Cinta adalah tentang kita yang menemukan hati yang juga menemukan kita, cinta selalu berbicara tentang kita, cinta selalu bercerita dengan dua orang. Jika hanya satu yang berperan maka itu bukan cinta.

Pertemanan adalah awal dari munculnya perasaan, namun tidak semua menjamin terbalaskan. Dan kini aku sedang berada dalam fase itu, aku yang hanya mencarimu, sedangkan kamu berpura-pura sembunyi di balik kata teman. Aku yang hanya merasa lebih, sedangkan kamu sudah merasa cukup dengan hubungan ini. Tak bisakah kamu menambahkan kadar rasamu untukku?

Advertisement

Bertahun-tahun aku bersamamu, melihat sosokmu berkembang, mendukung setiap langkahmu layaknya seorang teman katamu, namun kekasih bagiku. Kita begitu dekat, namun hatimu tak kunjung bisa aku dekap. Setiap hari rasaku tumbuh, setiap hari juga kamu tak peduli.

Hingga suatu hari aku melepaskanmu pergi. Aku hanya mengijinkanmu pergi mengejar mimpi, bukan mengejar hati. Di sini aku selalu menanti, sedangkan di sana kamu tak pernah peduli. Tak mengapa, kesuksesanmu adalah bahagia untukku, biar saja cintaku yang tak terbalas, tapi doaku tidak mungkin Tuhan lepas, ia tetap akan mengalir untukmu.

Jatuh dan cinta, kamu yang jatuh ke pelukan orang lain dan aku yang masih bertahan dengan cinta untukmu. Cinta yang tak pernah mau kamu terima. Cinta yang kamu tutupi dengan kata teman. Cinta yang hanya dirasakan olehku. Kenyataan pahit yang harus aku terima, kamu pulang dengan dia yang telah dirimu pinang. Andai kamu tahu setiap hari aku menunggumu hingga petang, melawan rindu yang selalu menyerang.

Advertisement

Setiap malam aku memelukmu lewat doa, mencintaimu dalam diamku, menguatkanku untuk ketidakterbalaskan ini, mencoba menasehati hatiku agar berhenti berharap padamu. Aku tak pernah mengira semuanya akan sesakit ini, merelakanmu bersama dia yang kamu pilih. Aku kira hanya cintaku yang tak terbalas, ternyata ada cinta lain yang kamu balas. Dua kenyataan pahit ini cukup membuatku sesak.

Aku sadar, aku hanya puing-puing kesengsaraan, sedangkan dia sebongkah kebahagiaan. Ikhlas adalah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan. Mencintaimu tak harus memaksamu untuk memilihku, karena sadar diriku akan jauh lebih berguna untuk kebahagiaanmu. Mulai hari ini aku akan berhenti, tapi aku tidak berjanji untuk melupakanmu. Karena melupakan tidak semudah menggantikan, dan menggantikan belum tentu menyembuhkan luka yang sempat tertanam.

Kamu tetap dan akan selalu mengganggapku teman, dan aku akan berusaha menerima kenyataan. Dengan segala kekuatan, aku ikhlas melihatmu bahagia bersamanya. Doakan aku, agar kelak menemui bahagia sepertimu. Kita hanya sebatas kisah, semoga ini menjadi pelajaran yang indah. Selamat menempuh hidup baru, semoga dia lebih mampu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya