#UpgradeDirimu: Ayah, Ramadan Tahun ini Special Untukmu

Jangan sedih Ayah, di tahun ini ada hikmah yang lebih berharga...

Semestinya aku tidak lagi memberi kesempatan dan mempersilahkan luka sedih untuk datang. Apalagi sampai mengecewakan Ayah. Tahun lalu, kau sangat berharap ketika Ramadhan kelak, sudah ada kehadiran bayi yang mengganggu waktu sahur atau melihatku yang sibuk mempersiapkan menu makan atau lebih mengutamakan tangis bayi yang lucu. Tahun lalu, berulang kali kau bercerita tentang romansa cinta antara kakek dan cucu nya dan tahun lalu pula, aku berhasil membuat ayah tersenyum bangga, karena akan segera menikah.

Advertisement

Tapi problema berkehendak lain, Yah. Tahun ini aku telah mengalami luka menganga pada hati dan juga rasa. Aku jatuh terseret dan berdarah-darah jika mempertahankan sebuah hubungan yang kau harapkan. Aku tidak kuat, Yah. Lebih baik aku mundur dan memutuskan dia. Seseorang yang sangat aku cinta. Jangan sedih, Ayah.. Di tahun ini ada hikmah yang lebih berharga.

“Aku bisa bangun lebih awal dan menyiapkan sahur”

Aku ingat tahun lalu, ketika Ayah sudah siap di dapur untuk menyiapkan makan sahur, meski hanya telur yang di obrak-abrik di atas penggorengan, sedangkan aku malah sibuk membangunkan dia. Sampai hampir imsak baru aku keluar kamar. Tapi Alhamdulillah di tahun ini, tidak lagi sibuk menelpon siapapun dan bisa menyiapkan makan sahur Ayah. Walaupun masakanku alakadarnya.

Advertisement

“Aku bisa menemani waktu berbuka dengan Ayah”

Di tahun lalu, aku selalu menghabis kan waktu berbuka dengan teman-teman, setelahnya mengutamakan dia dan malah asyik gonta-ganti rumah makan di setiap hari nya.

Advertisement

“Aku bisa solat berjamaah dengan Ayah”

Bukannya bergegas pulang untuk berbuka dan solat berjamaah dengan Ayah. Aku malah sering kali melewatkan masa itu, Bahkan waktu maghrib sering aku lewati. Tapi di tahun ini, aku bisa lebih banyak waktu untuk solat berjamaah dengan Ayah.

“Aku bisa mengaji dengan Ayah sampai waktu tidur tiba”

Maafkan aku, sebuah penyesalan yang telat aku sadari. Dulu sepulang taraweh, kusempatkan diri untuk segera menelpon dan asyik bermain handphone. Hanya perkara untuk menghubungi dia. Tapi di tahun ini akan kubayar semua penyesalanku. Mengaji bersama Ayah adalah hal romantis antara Ayah dan anak gadisnya.

Ayah kau sangat istimewa. Doakan saja di tahun depan, kita bisa menjalani puasa bersama imamku. Terima kasih atas cinta kasihmu. Aku harap bisa memberikan bahagia untuk Ayah dan tak ada batas hingga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

perindu senja dan es matcha

CLOSE