#UpgradeDirimu; Bersyukur Masih Diberi Kesempatan untuk Memperbaiki Diri

Berbagi kebahagian bersama Rumah Merah Putih~

Tidak pernah terasa asing jika kota Hujan selalu padat disetiap akhir pekan. Berbagai kuliner dan tempat wisata yang baru selalu menjadi daya tarik tersendiri. Kota ini tidak pernah gagal untuk memulangkan mereka para pekerja Ibu Kota, entah hanya untuk melepas rindu dengan keluarga, atau pertemuan singkat yang cukup berkesan dengan sahabat lama. Seperti saya dan teman-teman Rumah Merah Putih, yang memanfaatkan bulan suci ini untuk melepas rindu dan berbagi kebahagian.

Advertisement

Rumah Merah Putih adalah Komunitas Independen Peduli Anak Jalanan Marginal, yang dibentuk sejak tahun 2012 oleh Aulia Rizqi dan Indah Khoiriyah di kota Bogor. Saya sendiri baru bergabung di tahun 2015 saat itu hanya sebagai relawan, hingga akhirnya berlanjut turut serta sebagai pengurus. Kegiatan Rumah Merah Putih selalu beragam dan diadakan pada hari sabtu siang, mulai dari kelas tari, kerajinan tangan, bahasa inggris, mengaji, dan bermain futsal. Beberapa program kerja sama dengan berbagai instansi juga selalu kami adakan. Seperti program “Jalanan Berbagi”, dan karena program inilah yang selalu membawa kami kembali berkumpul dengan teman-teman Rumah Merah Putih di Bogor.

Jalanan Berbagi adalah program rutin yang selalu diadakan pada saat bulan suci Ramadhan. Kami mengajak adik-adik Rumah Merah Putih untuk berkunjung kesebuah yayasan atau komunitas lain dan mengajarkan mereka apa arti berbagi untuk sesama. Tahun ini Jalanan Berbagi baru saja diadakan akhir pekan kemarin, dan kali ini kami bekerja sama dengan komunitas Senyum Difabel yang ada di Bogor. Kami mengadakan acara Jalanan Berbagi di sebuah sekolah SLB di kota Bogor, alasannya sederhana kami hanya ingin mengajarkan adik-adik bahwa untuk berbuat baik kepada siapa saja termasuk adik-adik yang memiliki keterbatasan.

Kegiatan ini memang tidak lama, hanya memakan waktu kurang dari 3 jam sambil menunggu untuk berbuka bersama. Namun ternyata dampaknya begitu dalam bagi adik-adik, panitia, dan termasuk saya pribadi. Melihat adik-adik Rumah Merah Putih tenggelam dalam canda tawa bersama adik-adik SLB sungguh menggugah hati saya. Walau dalam keterbatasan fisik, mereka masih bisa tersenyum lebar. Banyak hal yang saya pelajari dari kegiatan ini, saya atau mungkin juga kalian sering sekali mengeluh dalam melalukan hal apapun. Tanpa kita sadari sering sekali kita tidak bersyukur, dan malah meminta lebih. Selain itu, saya juga merasa tidak jarang kita mengeraskan hati untuk orang lain yang membutuhkan bantuan kita.

Advertisement

Manusia saat ini lebih mementingkan penampilan, bahkan karena sebuah penampilan kita dapat menentukan bagaimana sikap kita terhadap sesama. Misalnya saja, kita lebih bersikap lembut dengan orang yang berpenampilan rapih dan bersih, dibandingkan dengan mereka yang berpenampilan layaknya seorang preman. Saya sendiri mengakui seberapa sering saya melakukan hal itu, memakai indikator dalam memperlakukan orang lain.

Padahal kenyataannya, kita akan mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana kita memperlakukan orang lain. Berkata lembut, berbuat baik, saling membantu sepertinya sangatlah mudah dan sederhana jika kita memang melakukannya dari hati tanpa memandang siapa mereka, bagaimana penampilan, atau bahkan asal mereka. Bersyukur kembali diingatkan lewat orang-orang sekitar, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Terima kasih adik-adik dan teman-teman, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Ayo sama-sama upgrade diri, let’s be nice to all!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE