Bahkan jarak dan waktu sering menjadi alasan seseorang untuk larut dalam kerinduan. Salah? Tentu saja tidak, rindu adalah bagian dari proses mencintai. Justeru dipertanyakan bila engkau tidak memiliki rasa rindu sama sekali. –Rasa rindu dengan Muhammad S.A W misalnya– Atau bisa juga rindu terhadap orang tua dan keluarga.

Lain kelapa lain pula cara dalam mengungkapkan kerinduan.

Advertisement

Sebut saja namanya Cinta, yang memendam kerinduan kepada sang kekasih, Rangga. Cinta memiliki teman sesama perempuan. Setiap kali celah tentang Rangga terlihat atau ada, Cinta selalu bercerita teman-temannya. Sehingga perihal keadiran Rangga bukan sesuatu yang rahasia lagi di kalangan teman-temannya.

Suatu hari cinta berniat membohongi perasaannya. Ia bercerita seakan ia tidak merindukan sosok Rangga. Ia bercerita kepada teman-temannya yang bahkan tidak menguasai bidang kerinduan.

Panjang lebar cerita dari Cinta kepada teman-temannya. Berapa temannya terlihat bingung menanggapi cerita Cinta karena perihal Rangga sudah diceritakan berulang-ulang olehnya. Barangkali satu dan dua kali bercerita tentang satu topik masih menarik bagi teman-teman. Namun, jika cerita itu diulang berkali-kali tentu saja akan menimbulkan rasa bosan. Bagaimana tidak, sekalipun kau menganut asas persahabatan, namun teman-teman tetaplah manusia biasa yang memiliki rasa bosan. Betul, teman-teman akan terlihat biasa-biasa saja di kala Cinta bercerita, namun di belakang itu pastilah ada gosip tentang kebosanan sahabat Cinta. (hanya saja Mira Lesmana tidak mengangkat ceritanya dalam layar lebar secara terbuka)

Advertisement

Sudah cukup dulu sekilas tentang Cinta dan rangga. Yang perlu di pertegaskan adalah, bagaimana cara kita menempatkan kerinduan itu dengan benar. Kau boleh bercerita dengan manusia, namun tetap pada ahlinya. Semisal kau punya masalah maka larilah kepada Ulama yang menyandarkan semuanya kepada Tuhan. Karena jika kau lari dan bercerita kepada orang yang salah, makan mereka akan mengeluarkan pendapat mereka sendiri. Yang kau akan dengar adalah "Menuruh gue sih", "Menurut hemat saya" dsb. Namun berbeda bila kau bercerita kepada orang yang pandai dan ahli. Kau akan memahami bahwa itu bukan berdasarkan pendapatnya, kalaupun itu pendapatnya, maka dia akan berbicara dengan ilmu. Bukan asal menurut hemat saya dll.

Kemballi kepada cerita AADC, tahukan halian bahwa Rangga senantiasa berdoa di sepertiga malam? Sekali lagi itu tidak di angkat oleh Mira Lesmana selama penantian 14 tahun, Rangga senantiasa berdo'a kepada Tuhan supaya di pertemukan dengan Cinta.

Maka, bila kau belum menemukan ulama cintamu, jangan bercerita dengan sembarang orang. Berdoa saja kepada Tuhan seperti Rangga dan Cinta saling mendoakan agar bisa bertemu. Yakin dan percayalah bahwa do'a di sepertiga malam tidak akan dilupakan Tuhan

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya