Usia 20-an biasanya rentan terhadap kekhawatiran. Sering dilanda kecemasan dan kegalauan. Sebab pada usia ini sedang sibuk-sibuknya untuk mengembangkan diri. Mengeksplorasi setiap potensi yang dimiliki tapi juga krisis kepercayaan diri.

Biasanya di usia ini banyak pula diserang dengan stress hingga depresi. Sebab banyak ekspektasi yang meleset dan tak sesuai harapan pribadi, belum lagi didera dengan beban sosial. Banyak bermunculan pertanyaan 'kapan' hingga akhirnya jadi bahan gunjingan. Sangat melelahkan bukan?

Advertisement

Banyak yang bilang di usia 20-an adalah masa keemasan. Masa lingkaran pertemanan meluas. Jaringan semakin berkembang dan banyak pengalaman. Usia 20-an mulai berubah pola berpikirnya. Selangkah lebih maju dan mulai memikirkan hal-hal dalam jangka panjang. Tidak cuma soal bersenang-senang saja. Tapi juga kebutuhan akan hari depan. Dari sini akan tampak mana yang memang benar-benar mempersiapkan dan mana yang mengabaikan.

Drama di usia 20-an semakin terlihat kala sampai di angka 25 atau sering disebut dengan quarter life crisis. Sebab di angka tersebut selain kamu semakin dewasa, kamu juga akan semakin banyak melihat kawan-kawan yang sudah mapan duluan. Sudah memiliki pasangan, lengkap dengan kehidupan yang ―secara kasat mata― menyenangkan.

Di sini ujian terberatnya, sebab kemudian pasti akan mulai kelimpungan. Akan muncul rasa membanding-bandingkan. Merasa kehidupan yang dijalani tiba-tiba mandek begitu saja. Nggak bergerak. Stuck. Akhirnya jadi semakin tertekan dan desperate. Hmmm, jangan lah ya!

Advertisement

Untuk menghadapi kegalauan dan ketidakpastian yang kamu alami itu, kamu hanya perlu menenangkan pikiranmu. Sembari tetap menggali potensi yang ada pada dirimu. Berusaha untuk mengembangkan kemampuanmu. Kemudian kamu akan tahu dengan apa mengukur dan menilai sebuah kesuksesan itu.

Kamu tak perlu risau dengan kehidupan teman-temanmu yang sudah naik duluan. Perlu di ketahui, mereka sampai diposisi itu juga pasti ada perjuangannya. Mereka sudah menemukan jalannya masing-masing. Itulah mengapa kamu tak perlu menggalau ria ketika mendapati dirimu belum berhasil pada satu jalan yang sekarang ini kamu tempuh.

Kamu mungkin bisa mengambil pelajaran dari mereka. Kamu pun dapat pula mengikuti cara mereka. Tapi tidak semua cara mereka cocok untuk kamu gunakan. Pun dengan jalan yang mereka tempuh, belum tentu dapat kamu tempuh pula. Jadi ada baiknya kamu fokus dengan apa yang ingin kamu capai sekarang ini dulu. Jadikan saja mereka inspirasimu untuk melanjutkan perjuanganmu.

Usia 20-an memang mengkhawatirkan. Tapi tidak akan menjadi sumber ketakutan bila diri kita tahu apa yang harus di lakukan. Karena kekhawatiran itu akan terus ada. Bahkan ketika kamu sudah berhasil melewati usia 20-an.

Hmmm, ini bukan bentuk penghiburan ya, hanya saja berusaha untuk melihat realita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya