Demam Korea Menyebar Di Mana-Mana

Industri Korea Selatan sukses kemancanegara

Ada yang kenal dengan boyband atau girlband korea? Atau mungkin ada yang kenal beberapa artis K-drama korea?.Kalau pertanyaan ini untuk anak zaman sekarang sudah pasti jawabannya kenal, bahkan yang tidak kenal pun karena saking seringnya disebut sampai kenal juga. 

Advertisement

Sekarang saja, stasiun TV juga sering mengundang atau menampilkan beberapa artis Korea dan grup KPOP mulai dari mengisi iklan sampai mengisi acara dengan menampilkan sebuah lagu. Jadi, mana ada yang masih tidak kenal dengan mereka? Dari semua kalangan pasti tahu. Mulai dari kalangan muda bahkan sampai yang tua pun mengikuti terutama ibu-ibu. 

**

KPOP kepanjangan dari Korea Pop merupakan sub-genre pop yang berasal dari Korea Selatan. KPOP terdiri dari boyband dan girlband. Setiap grup mempunyai nama panggilan untuk fandomnya dan juga memiliki lighstick. Ada nama panggilan untuk orang yang menyukai beberapa grup disebut dengan multifandom.  

Saya sendiri juga menyukai KPOP, mulai kenal dari tahun 2017 sekitar masih SMP kelas dua. Saat itu, saya masih ingat pertama kali kenal karena teman saya yang meracuni saya dengan mereka. Memang disaat itu mulai banyak yang menyukai KPOP terutama anak muda seusia saya.

Nah, pada waktu itu Saya belum langsung suka tentang hal-hal berbau KPOP, karena bagi Saya bukan suatu hal yang menarik. Ya buat apa menyukai orang yang bahkan tidak pernah lihat kita hidup atau tidak. Dari dulu Saya merasa anti suka sama artis luar negeri. Pikir Saya waktu itu.

Advertisement

Tapi, apa boleh buat ‘menjilat ludah sendiri’ mungkin kalimat itu cocok untuk Saya. Menjadi suka lewat jalur karma. Lain di pikiran lain juga di hati. Sampai sekarang Saya masih menyukai mereka bukan semua hanya satu grup boyband yang saya sukai.

Alasan Saya menyukainya pertama kali karena wajahnya, tapi setelah mengenal mereka yang hanya dilihat dari video di youtube lama-lama Saya suka dengan sifat mereka dan berakhir mulai mengenal lagu mereka. Awal-awal belum paham tentang lagu mereka karena perbedaan bahasa dan walaupun belum mengerti tetap saja nadanya cepat nyantol di pikiran. 

Advertisement

Lagu mereka mempunyai makna untuk mengajarkan bagaimana cara mencintai diri sendiri, menghargai diri sendiri, berjuang menggapai mimpi, tidak mudah menyerah, dan motivasi-motivasi lainnya. Hal itu yang membuat Saya berkesan. Biasanya kebanyakan lagu sekarang lebih kecinta-cintaan, membosankan. Selain itu, ada beberapa lagu juga yang Saya sukai pada grup lain. 

Selain KPOP ada juga yang sedang marak di masyarakat yaitu K-drama. K-drama sendiri adalah drama korea atau yang sering disebut dengan istilah drakor. Drama korea ini merupakan drama televisi di Korea yang diproduksi dengan menggunakan bahasa Korea disajikan dengan berbagai genre sehingga membuat banyak yang tertarik untuk menontonnya. 

Drakor bisa dilihat dari berbagai kalangan. Mulai dari usia muda sampai yang tua dapat menikmatinya. Bahkan drakor sudah muncul sejak lama. Yang semula dari layar yang belum sejernih sekarang masih warna agak kekuning-kuningan. Artisnya pun sampai sekarang masih sering muncul di drama, mungkin yang dulunya mendapatkan peran sampingan sekarang menjadi tokoh utama.  

Orang tua kita terutama Ibu pasti tahu tentang drakor lama yang marak pada zaman dulu. Jadi, tidak heran kalau drakor menjadi daya tarik dari berbagai kalangan usia. Dulu biasanya siaran TV mensiarkan drakor di Indosiar, MNCTV, bahkan RCTI, tetapi sekarang drakor hanya dapat ditemukan di NET. 

Dikarenakan zaman sekarang sudah canggih jadi drakor bisa kita akses lewat HP atau alat komunikasi yang lain. Ada aplikasi tersendiri jika ingin mengakses drakor. Contohnya NETFLIX, VIU, WeTV, iflix, hooq, dan masih banyak lagi. Tentunya untuk bisa menonton dengan membayar atau berlangganan. Jadi, karena itulah drakor sekarang jarang terlihat di siaran TV. Walaupun demikian, tidak membuat minat penonton rendah malahan sebaliknya. 

Drakor sendiri sebagai penghibur penonton juga memiliki dampak negatif sendiri. Apalagi penikmat drakor dari berbagai kalangan usia. Drakor dibuat oleh luar negeri yang mempunyai kultur budaya yang berbeda dari Indonesia, maka dari itu ada perbedaan-perbedaan yang takutnya akan dicontoh oleh penikmat kalangan muda. 

Apalagi kalau kita melihat dari aplikasi tidak akan ada sensor. Jadi, kita sebagai penonton harus pintar-pintar dalam memilih tontonan dan pengawasan dari orang tua juga penting. Kalau dirasa belum cukup umur sebaiknya jangan.

**

Dari sini, kita bisa lihat bahwa KPOP dan K-drama sudah menyebar di mana-mana bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara lain. Ini berarti menandakan bahwa Korea Selatan sukses dalam mengenalkan negara mereka ke mancanegara.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang Mahasiswa di Universitas Sebelas Maret dengan jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

CLOSE