Wisata ala China di Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva

Tak perlu jauh jauh berpergian ke China

Tak perlu jauh jauh berpergian ke China, kalian dapat mengunjungi wisata dengan suasana ala China di Indonesia loh tepatnya di Tanjungpinang Kepulauan Riau. Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva, rumah ibadah etnis Tionghoa dan penganut agama Budha ini terletak di KM 14, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selain sebagai rumah ibadah umat Budha, vihara ini juga dibuka sebagai tempat wisata religi yang juga disebut sebagai wisata vihara seribu patung.

Advertisement

Saat memulai perjalanan treveler akan memasuki Jalan Asia Afrika di kiri dan kanan jalan kalian dapat menikmati pemandangan sawah dan perkebunan. Setelah melewati perjalanan yang begitu menyejukkan treveler akan langsung tiba di parkiran vihara. Saat memasuki parkiran pun treveler akan takjub dengan arsitektur nuansa Budha. Parkiran vihara ini dihiasi dinding yang terbuat dari batu bata yang kemudian diberi warna merah bata sehingga warnanya terlihat lebih menarik dan menyala.

Setelah melewati parkiran treveler akan langsung melihat sebuah patung budha dengan ketinggian sekitar 5 meter yang di belakangnya terdapat benteng yang sering disebut sebut sebagai benteng takeshi oleh warga sekitar. Berjalan ke arah kiri, treveler akan menyusuri jalan dengan kisah atau sejarah Budha yang dipahat pada pagar dan dindingnya. Selain itu treveler juga akan disuguhi dengan pemandangan hijaunya sawah dan perkebunan yang terlihat dari atas wisata vihara ini.

Menyusuri jalan yang dihiasi dengan pahatan sejarah treveler akan tiba di halaman belakang Vihara atau tepat di balik benteng. Di sana treveler akan melihat deretan patung yang disebut sebagai seribu patung. Namun jumlah yang sebenarnya bukanlah seribu, deretan patung ini berjumlah 500 dengan 500 ekspresi wajah patung yang berbeda-beda. Konon katanya ekspresi yang berbeda beda itu merupakan seluruh ekspresi Budha ketika dalam wujud manusia. Patung yang terbuat dari granit muda ini disusun dalam seperempat lingkaran dan merupakan patung yang dipahat langsung di China kemudian dirakit di vihara ini. Tak hanya itu, treveler dapat melihat kolam ikan yang memberi nuansa kesegaran di depan deretan patung.

Semua patung pahatan ini merupakan pemberian atau sumbangan dari umat Budha vihara ini. Setiap satu orang bisa menyumbangkan uang untuk satu patung. Oleh karena itu pada bagian bawah patung treveler dapat melihat sebuah batu berbentuk persegi bertuliskan nama orang yang menyumbang untuk patung tersebut yang dipahat dengan aksara china.

Saat traveller berbalik, traveller akan melihat megahnya benteng yang terbuat dari batu-batu putih yang disusun menjadi sebuah dinding besar. Tepat di sebelah benteng ini, berdirilah vihara atau rumah ibadah umat Budha Tanjungpinang. Vihara Ksitigarbha Bodhisatvva yang merupakan rumah ibadah Budha terbesar di Asia Tenggara ini hanya dibuka pada hari selasa hingga minggu dikarenakan hari senin merupakan hari khusus untuk umat Budha beribadah di tempat ini. Untuk dapat menikmati wisata ala China ini treveler cukup merogoh kocek Rp 5.000 saja, namun untuk turis asing dikenakan biaya Rp 30.000.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE