#WorldPoetryDay2022 – Katanya Dewasa, Dewasa Katanya

Dewasa itu ada, namun ada yang harus tiada

Katanya Dewasa

Advertisement

Dewasa

Kau akan tau saat hal itu datang

Ucap seseorang

Advertisement

Namun mengapa aku belum menyadari akan hadirnya?

Kemana perginya senyum manis gadis kecil itu?

Advertisement

Apakah senyum lepasnya menghilang seiring waktu berjalan?

Katanya ini dewasa

Saat dimana harus tertawa bahkan saat dunia runtuh

Cermin itu telah tak mengenali bayangnya

Tinggiku terus bertambah

Langitpun terasa semakin dekat

Namun mengapa sampai saat ini aku masih tak dapat menyentuhnya?

Katanya cukup jalani dan nikmati

Namun nikmat mana yang harus kujalani?

Apakah ini yang dinamakan dewasa?

Nyatanya….

Dewasa tak seindah bayangan gadis kecil itu

Bintang yang dahulu aku pandang setiap malam

Entah sirna sinarnya saat ini

Meredup, menghilang lalu mati perlahan

Mati tanpa ada yang menyadarinya

Dan seluruh dunia masih berputar sesuai porosnya

Semua berjalan layaknya tak ada yang sirna dalam hidupnya

Hidup dari hari kehari

Menyimpan semuanya sendiri

Tersenyum walau terluka

Tertawa walau tak bahagia

Gadis kecil itu, andaikan kubisa pangil dia kembali

Saat hal kecil terasa besar

Saat rendah namun menyentuh awan

Saat akulah bintang yang paling bersinar di dunia

Tanpa perlu berpura-pura bahagia

 

Dewasa Katanya

Badum.. badum… badum…

Rintik hujan bertautan dengan suara bass dalam earphone ku

Hening malam membuat kesunyian semakin terasa

Hah…

Apa yang aku lakukan itulah yang akan ku tuai

Tak ada keberhasilan tanpa pengorbanan

Ungkap seseorang

Namun apa maksud dari pengorbanan ini?

Aku masih tak mengerti

Aku mulai menyusun kebohongan demi kebohongan

Semua tersusun rapi jadi sebuah kisah yang tak bersajak

Kisah yang membuatku tenggelam

Hilang

Dan lupa akan kebenaranku

Mana diriku aku masih tak mengetahuinya

Taukah kalian…

Bahwa beberapa hal memang tercipta untuk musnah

Tak perlu sulutan api

Ia akan musnah sendiri

Jangan libatkanku dengan pesta api kalian

Aku akan berdiam diri sendiri disini

Tinggalah dengan tawa

Pergilah tanpa cela

Tawa kalian diatas sana

Telah terdengar olehku dibawah

Tawa seringan neutron bintang di angkasa

Semua semakin menghancurkanku pelahan

Tetap tertawa walau tau hanya muka

Cukup berat untuk ku tetap bertahan

Cukup pergi

Aku tak akan datang

Cukup hilang

Aku akan diam

Jangan tinggal

Aku tak pernah memintamu untuk ada

Semoga hidupmu bahagia

Salam untukmu diatas sana

Tertawa bersama mereka

Melihat badut dibawah sana

Terimakasih dan sampai jumpa kembali

Suatu saat nanti….

Jika kau masih berdiri

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang manusia