Fenomena pertanyaan yang kadangkala dianggap “menyeramkan” pasti dan akan dialami oleh kita semua. Pertanyaan yang dilontarkan oleh seseorang mengenai hidup kita sebenarnya adalah hal yang wajar – wajar saja. Tapi memang ada beberapa pertanyaan “horor” yang sering dilayangkan kepada kita, seperti pertanyaan suluruh umat yang rasa-rasanya semua manusia akan mengalaminya, yaitu “ Kapan Nikah ?”.Pertanyaan ini tidak akan memandang status, apakah kamu sudah mempunyai pasangan atau masih single.

Apalagi jika salah satu sahabat kita telah melangsungkan pernikahannya atau kita sedang menghadiri resepsi pernikahan kerabat maupun keluarga. Pertanyaan ini akan terus diluncurkan seperti peluru, yang siap menghujam batinmu kapan saja, lucu tapi menyeramkan yaaaaaa…

Advertisement

Problem yang dihadapi pasangan atau single biasanya juga akan berbeda, karena setiap orang yang ingin menikah tapi masih terkendala suatu hal, belum berpikir untuk menikah, dan yang paling ngenes yaitu ingin menikah tapi belum menemukan jodohnya, mempunyai masalah yang berbeda pula. Sampai-sampai kita pun malas dan enggan untuk menghadiri acara keluarga, sahabat maupun kerabat, karena menghindari pertanyaan turun temurun ini. Sampai segitunya yaa..tapi jangan seperti itu ya guys, bagaimanapun menjalin silaturahmi itu penting.

Tapi, pertanyaan ini bisa membuat kamu stress sendiri jika terlalu dipikirkan. Ketika kamu stress yang rugi adalah dirimu sendiri. Berikut ini hal-hal yang harus mulai kamu pikirkan jika pertanyaan “Kapan Nikah” sudah membuatmu kepalang berpikir berlebihan.

Advertisement

1. Pertanyaan itu tidak memastikan kepedulian orang terhadapmu.

Saat orang bertanya “Kapan Nikah” kepadamu, yang perlu kamu pikirkan adalah orang itu tidak benar-benar ingin tahu tenang kehidupan personalmu. Pertanyaan itu hanyalah kalimat basa-basi yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita. Sesudah mereka bertanya, selepas itu mereka akan lupa dan tidak akan memikirkan kehidupan asmaramu sampai berhari-hari seperti kamu yang sudah memikirkannya. Bisa dibilang itu adalah pertanyaan iseng sekaligus kepo, dan kamu hanya perlu menjawabnya dengan iseng juga. Misalnya, “kalo tidak Sabtu, ya Minggu saya menikah,” atau “tunggu aja deh undangannya,” dan jawaban-jawaban iseng lainnya. Pertanyaan semacam itu akan lenyap seketika. Ingatlah, orang tidak sekhawatir itu tentang hidupmu.

2. Pernikahan bukanlah Goals

Tips ini cocok untuk yang masih berstatus single maupun sudah berpasangan namun belum mempunyai perencanaan pernikahan. Ketika kamu memilih single, dan pertanyaan ini masih saja dilayangkan padamu, anggap saja itu pertanyaan konyol. Kamu tidak harus mempunyai jalan hidup yang sama seperti orang lain. Bahaya laten anak muda sekarang adalah, siklus sekolah, kuliah, kerja/menikah, sehingga sistem kehidupan seperti ini sudah menjadi rantai pada masyarakat kita. Jangan ikut-ikutan, jangan terburu-buru. Tidak ada yang salah dengan menikah, tapi ada kalanya kita perlu menghargai pernikahan sebagai tujuan hidup yang harus dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya terlambat karena mengangap pernikahan seperti perlombaan. Jangan pernah memikirkan pernikahan hanya enak-enaknya saja, pondasi hubungan mu pasti akan rapuh. Pernikahan bukanlah goals. Banyak hal yang akan menghantarkanmu pada kebahagiaan lain seperti, bekerja, berwirausaha, travelling dan sebagainya. Pengalaman seperti ini yang akan lebih membuat hidupmu berwarna. Tanpa sadar, kegiatan-kegiatan seperti itu yang akan membuatmu banyak memilki rekan dalam bersosialisasi, dan yakinlah pengalamanmu akan bertambah dan kamu juga akan semakin matang. Selain itu, potensi menemukan pasangan juga besar karena pergaulan yang semakin luas. Ayo, jangan pikirkan pertanyaan kapan nikahnya, tapi kapan membuka diri terhadap hal-hal di luar sana dan hiduplah dengan bahagia.

3. Cuma Kamu Yang Tahu

Ingat ya guys, yang mengetahui dengan spesifik permasalahan adalah dirimu sendiri. Ketika kamu mengizinkan orang-orang untuk mengganggu pikiranmu, bersiaplah untuk hidup dengan pikiran orang lain!. Masalah yang menunda, membatalkan dan bahkan mengganggu rencana pernikahan atau pernikahan yang belum kamu rencanakan sama sekali adalah masalahmu sendiri beserta calon teman hidupmu. Fokuslah untuk menyelesaikannya bagi kebahagiaanmu sendiri bukan meladeni rasa penasaran orang-orang itu. kita begitu terjebak dengan penilaian orang lain sehingga lupa akan penilaian diri kita sendiri dan proses kebahagiaan itu sediri. Ingatlah hal ini: Cuma Kamu Yang Tahu, bukan orang lain.

4. Hati-hati jadi racun yang tidak kamu sadari

Pertanyan-pertanyaan orang tidak akan pernah ada habisnya. Entah kenapa, pertanyaan yang bersifat pribadi seperti seperti kapan mau punya pacar, kapan lamaran, kapan nikah, kapan punya anak, kapan kapan kapan dan kapan akan terus diucapkan, jangankan pertanyaan yang bersifat pribadi, ketika sedang melakukan sesuatu yang sudah jelas saja, orang masih ditanyakan sedang apa, lagi apa, dan bla bla bla….ya begitulah, sekali lagi, budaya basa-basi, pertanyaan yang sehari akan lenyap. Namun tanpa disadari, kita menelannya mentah-mentah dan menjadikan itu racun dalam pikiran kita lama-kelamaan. Pertanyaan bernada mendesak yang memasukkan racun di dalam otak dan hati kita, akan membuat bimbang dan khawatir. Yakinlah bahwa Tuhan juga sedang mempersiapkan pernikahan yang sakral dan bermakna bagi kamu. Masih mau khawatir karena desakan orang lain ? memangnya hidupmu untuk orang lain ?.

Nah, seperti itulah pemikiran yang harus kita tanamkan dalam pikiran kita. Kehidupan memang tidak lepas dari pertanyaan. Namun, jika pertanyaan-pertanyaan itu kemudian sudah menjadi catatan hitam dalam otak kita, sepertinya kita harus meng-upgrade pikiran lagi. Untuk memotivasi, berikut quotes dari James Allen “Pikiran yang baik menghasilkan buah yang baik, pikiran yang buruk menghasilkan buah yang buruk dan manusia adalah tujang kebun dari dirinya sendiri”.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya