1. Tentang Apa?

Advertisement

The Greatest Showman adalah film bergenre musikal yang menceritakan kisah asli tentang kehidupan P.T. Barnum. Dimulai dengan menceritakan masa mudanya sebagai seorang tunawisma di jalanan kota New York, hingga kesuksesannya mendirikan sirkus dengan namanya sendiri, Barnum & Bailey Circus, yang kemudian menjadi sensasi hiburan kelas dunia.

2. Apa Peringkatnya?

The Greatest Showman diberi peringkat PG (Parental Guidance). Menarik, sebab dalam film ini sarat ditemukan kata-kata kasar yang biasa kita temukan dalam produksi film Hollywood. Film ini pun tidak mengisyaratkan adanya nudity atau seks di dalamnya. Contoh, di awal film terdapat scene di mana Barnum (diperankan oleh Hugh Jackman) dan istrinya Charity Barnum (diperankan oleh Michelle Williams) menari dan bernyanyi bersama saat pindah ke apartemen mereka.

Advertisement

Berikutnya, Charity tampak hamil tanpa ada scene yang memperlihatkan adanya proses love making. Meski ada beberapa bagian perkelahian dalam film ini, layaknya sebuah film musikal, adegan tersebut diatur sedemikian rupa menjadi sebuah rangkaian koreografi yang tidak menonjolkan adanya unsur kekerasan. Dengan demikian film ini masuk ke dalam golongan film keluarga. Dapat ditonton oleh anak-anak, dengan bimbingan orangtua.

3. Apakah Orangtua Dapat Menikmatinya?

Inilah bagian yang membingungkan. Sulit untuk mengatakan bahwa The Greatest Showman dapat dinikmati oleh semua orangtua. Bahkan, orangtua saya sendiri mengaku tidak menikmatinya. Film ini adalah salaah satu jenis film musikal yang masih menggunakan dialog normal untuk menceritakan sebagian besar cerita. Namun terkadang tanpa ada alasan yang kuat, para karakter menggunakan lagu untuk menceritakan sepotong kisah mereka.

Tidak salah memang, namun ketika lagu yang dinyanyikan cukup panjang dan frekuensinya tinggi, mereka kehabisan waktu untuk mengembangkan karakter mereka seutuhnya. Akibatnya, para penonton awam yang bukan pencinta dunia musikal dengan cepat dapat kehilangan benang merah yang menghubungkan karakter dengan jalan cerita. Bisa jadi, hal ini yang terjadi pada orangtua saya. Di sisi lain, The Greatest Showman menyajikan lagu-lagu yang sangat apik dan mudah diingat. Hampir semua lagu dalam film ini menjadi hits dan disukai semua kalangan.

4. Apakah Remaja Menyukainya?

Dalam kutub yang sangat berbeda dengan para orangtua, mayoritas para remaja menyukai film ini. Saya melakukan riset kecil-kecilan dengan menggunakan media sosial untuk melihat seberapa banyak teman-teman yang meng-upload kesan mereka terhadap film ini. Hasilnya, 90% review yang mereka tuliskan adalah review positif. Tidak heran, sebab selain musik, film ini menyorot sisi motivasi, pertemanan, dan juga kisah romantis yang menjadi favorit di kalangan remaja.

5. Berapa Lama Durasinya?

The Greatest Showman berdurasi 1 jam 45 menit. Durasi yang baik, menurut saya, mengingat banyaknya film dengan jalan cerita panjang yang memakan waktu terlalu lama. Namun, kembali lagi ke aspek karakter, durasi 1 jam 45 menit menjadi terlalu singkat bagi pengembangan masing-masing karakter dan penyampaian kisah mereka. Saya pribadi tidak akan keberatan apabila mereka menambahkan 15 menit untuk memperkuat background story masing-masing karakter, atau menambahkan satu dua scene yang memancing rasa penasaran, terlebih apabila nantinya akan ada sekuel dari film ini.

6. Seberapa Besar Porsi Pesan Dalam Film Ini?

Sangat besar. Dalam film ini, Barnum muncul dari titik paling bawah menjadi seorang tunawisma. Kita kemudian mengikuti perjalanannya membangun sesuatu yang amat besar, lebih besar dari dirinya sendiri, yang membuatnya dapat menikahi putri dari keluarga kaya dan terpandang. Konsep tentang adanya sekelompok orang (dalam film ini, kelas menengah abad 19 New York) yang bersedia untuk bersatu dan berpegang pada satu orang demi terwujudnya keinginan mereka tergambar jelas dalam film ini.

The Greatest Showman mencoba mengisyaratkan bahwa hendaknya kita tidak menilai orang berdasarkan latar belakang atau pengalaman mereka. Meski penggambaran pesan tersebut cukup besar dan mendominasi, penyampaiannya tidak cukup jelas. Sebagian besar orang yang Barnum bawa ke dalam sirkusnya tidak benar-benar berkembang menjadi karakter yang nyata dan kuat. Tom Thumb, contohnya. Dia dan Lady Bearded terkesan keluar jalur dan tidak memiliki kaitan dengan karakter lainnya sehingga pesan dibalik keberadaan mereka tidak cukup kuat untuk sampai ke benak penonton. Padahal, apabila diperdalam, kedua karakter ini mengandung banyak makna yang selaras dengan moral cerita yang hendak disampaikan oleh film ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya