Aku hampir saja lupa, kamu miliknya. aku tidak berhak mengikatmu sepenuhnya. Aku bukan siapa-siapa, maaf jika selama ini aku terlalu memaksakan kehendakku, aku bertingkah seolah harus kamu yang terus disisiku. Aku lupa bahwa semua yang terjadi sudah dituliskan oleh Illahi Rabbi. Sekuat apapun kita menggenggam jika tidak ditakdirkan untuk menjadi milik kita, tetap akan terlepas juga. Seharusnya aku tidak seperti ini, aku hampir lupa ada Allah yang maha membolak-balikkan hati dan kamu yang selama ini kupertahankan pun bisa saja dengan tiba-tiba berubah haluan lalu pergi dengan beribu kenyataan pahit untukku.

Sekali lagi, maafkan. Memang seharusnya aku tidak terlalu memaksakan kehendak. Sekarang biarkan semua terbiasa seperti sebelumnya, sebelum semengikat ini. Kamu bebas terbang sesukamu, aku akan tetap disini sebagai rumah dan isinya yang akan tetap sama. Tenang, bukan aku tidak perduli lagi denganmu, yang berubah hanya kita harus saling melepas demi memantaskan diri untuk saat yang telah Allah tentukan. Yakinlah semua yang sudah Allah rencanakan pasti menakjubkan.

Advertisement

Kamu silahkan bermain sesukamu, hinggaplah dibanyak bunga yang kamu mau. Ambil hal positif darinya, cari lah pengalaman sebanyak mungkin dan dimanapun. Pelajari hal baru setiap hari, sibukkan dirimu dengan kegiatan bermanfaat agar hati mu tetap terjaga dan tidak mudah goyah. Jangan khawatir, aku pun akan demikian. Kita hanya perlu saling menjaga. Bukankah yang terjaga untuk yang menjaga juga ya. Cukup saling berbisik harap dengan sang Illahi Rabbi. Semoga do’a dapat melahirkan semangat dan kemudian buatmu bangkit.

Aku harap Tuhan akan benar-benar menyatukan, ketika kita telah dipenuhi kesiapan. Terimakasih telah memberi banyak makna di hari-hari indahku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya