Aku masih sangat mencintaimu sampai detik ini juga, bahkan ketika kamu berbuat salah sebesar apapun padaku, aku sulit untuk membencimu yang ada aku malah lebih mencintaimu, seolah-olah kata maaf tak ada artinya lagi. Bagaimana kabarmu, semoga kamu baik-baik saja, semoga kamu selalu dalam keadaan yang sehat, semoga selalu dalam lindungan Allah S.W.T.

Aku merindukanmu, merindukan setiap kenangan yang sudah kita buat setiap harinya, aku rindu gurauan yang selalu kau ucapakan padaku ketika aku marah, aku rindu pada setiap waktu yang telah kita habiska bersama. Kemarin lusa katamu kau sangat mencintaiku, menyayangiku lebih dari dia yang telah lama mengisi hatimu, katamu kau memilih aku tapi seperti biasa semua hanya omongan yang tidak ada artinya sekali untukmu. Tapi bagiku semua perkataanmu seperti hadiah terindah yang pernah ku dapatkan selama ini. Ya, pada akhirnya aku sadar, aku tahu diri siapa aku ini, siapa aku yang dibandingkan dengannya.

Dia yang memiliki pendidikan yang bagus, kalem dan lemah lembut, hadir dari keluarga yang sama baiknya denganmu, dia yang telah mengenal keluargamu dengan baik, mana mungkin aku bisa merebut hatimu darinya. Aku hanya perempuan cerewet yang tidak sabaran, bahkan pendidikanku tidak lebih baik darinya, hadir dari keluarga sederhana yang tidak lebih baik dari keluargamu atau keluarganya.

Seberapa besar aku mencintaimu, seberapa besar aku terluka, seberapa besar aku berusaha untuk bersamamu. Kamu masih belum bisa melihatku. Itu yang akhir-akhir ini ku pikirkan, menjadikanku lebih kuat, menjadikanku lebih mudah menerima kenyataan bahwa kamu memang bukan untukku.

Minggu-minggu yang lalu aku sudah benar-benar memutuskan untuk tidak berharap padamu, tapi pada kahirnya kamu datang lagi padaku, meyakinkan aku bahwa kamu memang milikku, aku percaya karena aku sangat menyayangimu. Tapi ternyata kamu hanya datang padaku ketika kau butuh saja. Terima kasih untuk semuanya.

Advertisement

Aku mencintaimu, aku di sini masih berusaha melupakanmu, berusaha menyembuhkan luka yang kau buat, menahan rindu yang setiap harinya selalu menyesakkan dada. Aku selalu ingin tahu isi hatimu yang sebenarnya "apakah saat kita bersama selama ini kamu benar-benar mencintaiku" dan saat ini sudahkah kamu melupakan aku? Melupakan kenangan kita selama ini. Semoga waktu bisa menjawab semuanya