Di manapun, kapan pun itu waktunya pasti kita gak asing melihat orang yang nunduk sambil senyum sendiri atau tiba-tiba marah ga jelas. Anehnya kenapa bisa bikin orang-orang bertingkah seperti itu, padahal jelas-jelas smartphone hanya seonggok benda tak bernyawa.

Entah karena sudah menjadi kebutuhan dan tidak dapat terlepas dari kehidupan, kala terjauh dari smartphone, rasa-rasanya ada yang berkurang. Kehilangan sebuah smartphone merupakan hal yang lebih sakit dibanding kehilangan seorang kekasih. Terkesan berlebihan namun ini memang benar adanya.

Advertisement

Perkenalkan, saya Nurul seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi. Kala itu hari biasa saja, tidak ada yang aneh. Bahkan malam sebelumnya, saya tidak bermimpi apapun. Seketika smartphone saya hilang di minibus dan baru tersadar di rumah. Hari-hari saya dilalui kehampaan, agak sedih melihat orang lain memainkan smartphonenya, berswafoto ria, update di media sosialnya, sementara saya diam dan terkadang mengusili mereka biar merasakan apa yang saya rasakan.

Berita terhangat, info tentang tugas, info ujian akhir semester perkuliahan, semua informasi telat saya dapatkan. Bisa dibilang sih, saya menjadi mahluk yang kurang update. Seolah-olah saya ada di sebuah ruang kosong, sendiri, menyepi. UGH. Saya hanya mengandalkan smartphone ibu saja, alasannya biar tidak terlalu kurang update. Suatu pagi ibu marah, karena tiba-tiba kuota nya sekarat. Oh Tuhan tolong hambaMu yang hanya ingin sebuah smartphone ini.

Sampai pada sebuah situasi, dimana saya berjalan sendirian, merenung, dengan smartphone yang selalu terbayang di pandangan saya. Berkhayal andaikan saya punya smartphone, hidup saya tidak akan seperti ini. Begitu durjananya kau bangsat smartphone! Kesendirian saya mengantarkan pada sebuah pamflet smartphone #Advani6. Saya tertegun, " jika memang jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada maka #Advani6 lah cinta pertama saya." Saya mencoba stalking tentang #Advani6 ini, lalu saya menemukan fakta bahwa:

Advertisement


  1. Layar #Advani6 ini memiliki ukuran 5,5 inci, aspek rasio 18:9 dengan sensasi Fullview. Jika saya punya smartphone ini, tangan saya nyaman untuk menggenggamnya. Lebih nyaman dari menggenggam bayangan mantan.

  2. Baterai 3.300mAh yang mampu bertahan 8-9 jam, memudahkan saya yang hobi mendaki agar tidak pusing memikirkan untuk mengisi daya ketika di hutan nanti.

  3. Lensa 13MP, sangat pas bagi saya sebagai manusia yang hobi dolan. Tanpa di edit lagi sedemikian rupa, foto yang akan saya bagikan di instagram akan terlihat bagus.

  4. RAM 2GB dan storage internal 16GB pastinya akan muat menyimpan data video dan foto yang tiba-tiba ada di storage karena terhubung pada whatsapp.

  5. Advan Secure, ini akan mendukung privasi dan data pengguna. Saya akan merasa aman karena di dalamnya terdapat Super Applock, PIN, Anti Theft, Manual shoot, Lock Mobile Phone, Destory Data, Alarm Finder, dan Send Message.

Andaikan saya punya #Advani6 saya tidak akan menjadi mahkluk kurang update lagi, terus mengikuti perkembangan informasi. Apalagi fakta bahwa fitur-fitur di dalamnya sungguh menyita perhatian saya. Saya berharap #Advani6 bisa membuat saya move on dari smartphone masa lalu saya.

Pastikan dalam waktu dekat smartphone #Advani6 ada pada genggamanmu dengan harga Rp 1.499.000. saja kamu sudah bisa mendapatkannya. #Advani6 saja, jangan salah pilih.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya