Semakin berkembangnya zaman, Pancasila sudah mulai memudar dalam masyarakatnya. Tidak hanya pada golongan masyarakat, tetapi juga pada golongan petingginya. Mulai muncul permasalahan seperti penistaan agama dan bahkan penghinaan pancasila.

Pancasila juga hanya di jadikan sebagai simbol semata dan panjangan semata. Bahkan aturan yang di buat oleh negara tidak didalami ruh pacasila itu sendiri. Kasus penghinaan pancasila sudah banyak terjadi di Indonesia. Pancasila hanya dipermainkan begitu saja bukan di pergunakan dengan baik dan bukan dicari apa maknanya yang segungguhnya Pancasila itu.

Advertisement

Sekarang apa makna Pancasila bagi masyarakat Indonesia? Sekarang rakyat Indonesia tidak memaknai pentingnya Pancasila itu ada. Apa perlu Pancasila di hapuskan? Indonesia mau jadi apa kalau rakyatnya hanya meremehkan dan menjatuhkan kedudukan Pancasila itu sendiri. Dari pemerintahan juga tidak membatu mengikatkan ke masyarakat apa pentingnya dari Pancasila dan apa makna dari Pancasila itu sendiri.

Bagaimana Indonesia akan terus berkembang baik bila dari dasarnya itu sendiri tidak di terapkan dengan baik. Kasus Habib Rizieq yang penghinaan Pancasila sudah di hentikan oleh pihak kepolisian. Habib Rizieq tidak cukup bukti-bukti juga dan akhirnya tidak bersalah. Benar atau tidaknya Habib Rizieq bersalah kita tidak tau. Kita tidak tau yang salah yang mana.

Semaoga kasus penghinaan pancasila tidak ada lagi di kemudian hari. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Apa dari kita sendiri sudah taat oleh Tuhan dan agama kita sendiri? Masih banyak dari kita, agama hanya sebatas tertulis di ktp kita dan tidak diterapakan di sehari-hari.

Advertisement

Sila kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab. kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral, apa sudah terjalin di rakyat indonesia? Kesadaran sikap kita dan perilaku moral di masyarakat harus terjalin terus menurus.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Sudahkah rakyat Indonesia dan pemerintah indonesia sudah membangun atau membina rasa persatuan dan nasionalisme? Kalau belum secepatnya harus ada rasa persatuan dan rasa nasionalisme dari rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Suatu pemerintahan itu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat yang dilaksanakan dengan cara-cara musyawarah mufakat dan semangat gotong-royong. Seharusnya setiap warga selalu memiliki cara musyawarah mufakat dan adanya gotong-royong agar terjalin suatu hubungan kebersamaan untuk membentuk pemerintahan yang kuat.

Sila kelima, Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pemerintah Indonesia harus adil dalam pemerataan rakyatnya karna untuk tercapainya masyarakat Indonesia yang adil, makmur secara lahiriah maupun batiniah.

Oleh sebab itu lah dari pihak mana pun, tidak boleh Pancasila di permainkan atau tidak boleh adanya penghinaan karna Pancasila sebagai dasar terbentuknya Indonesia itu sendiri. Pancasila di permainkan berarti orang yang menghina Pancasila berarti sebenarnya dia sudah menghina Indonesia dan menghina martabat sebagai warga Indonesia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya