Cinta itu suci, suci karena datang dari hati yang tulus untuk memberi dan menerima. Suci bisa berarti putih, bersih dan tak ternoda, lalu apakah cinta itu bisa berkarat?

Dari cinta orang terkadang bisa terlena, dari mencintai, orang bisa merasakan bahagia yang paling bahagia dalam hidupunya. Tapi cinta punya batas tersendiri.

Advertisement

Dari sebuah kasus yang akhir-akhir ini sedang dibicarakan di publik, sesorang yang terlanjur mencintai (katanya), dan ketika cinta itu pergi, maka untuk dia, itulah batas dari mencintai, cinta untuk dia sudah tidak suci lagi (berkarat) lalu dia bunuh diri. Lantas berati cinta bisa berkarat?

Ada lagi contoh, sesorang yang punya cinta tapi dia tidak bisa mengungkapkannya, buat dia cinta yang suci mungkin tidak selalu untuk diungkapkan. Waktu terus berlalu, sampai suatu saat cinta itu datang, bukan datang untuknya, tapi datang untuk orang lain. Waktu terus berlalu, lama sekali berlalu, dia juga belum mencoba mencintai orang lain ,kerena buat dia, cinta itu sudah berkarat.

Kalian pernah mendengar tentang cinta pertama kali di bumi ini? Iya betul, Adam dan Hawa. Saya tidak mendorong kalian untuk percaya cerita ini, karena ini menyangkut kepercayaaan dan spritual seseorang, tapi saya akan membuatnya sebagai contoh. Ketika Adam dan Hawa diturunkan di bumi,mereka tidak diturunkan di satu tempat yang sama, beliau-beliau ini diturunkan di tempat yang berbeda dan jarak yang jauh, satu lagi yang penting, sangat penting, waktu itu bumi belum ada manusia lainnya. Mereka berjalan, untuk menemukan satu sama lain. Butuh waktu yang lama untuk mereka bertemu, cinta mereka bertemu dengan perjuangan yang keras. Cinta mereka suci.sampai maut memisahkan mereka berdua. Ok kita bisa belajar cinta dari Adam dan Hawa.

Advertisement

Bahwa Adam dan Hawa bisa bertemu walaupun hanya mereka manusia di bumi kala itu, mereka percaya mereka akan bertemu walau untuk waktu yang lama. Lalu di zaman sekarang manusia sudah sangat banyak, di tiap tikungan depan rumah kita bisa bertemu manusia lainnya, dan lucunya masih ada saja yang jomblo (bercanda ya). Cinta Adam dan Hawa tidak pernah berkarat, cinta punya batasan dan batasan itu adalah kematian. Lalu cinta yang berkarat bagi mereka yang gagal itu bagaimana?.

Jawabanya adalah, cinta yang menurut manusia itu berkarat (gagal), itu bukan CINTA, tapi itu adalah HARAPAN. Pada harapan terkadang kita bisa gagal mewujudkannya dan terkadang harapan kita terkabul, cinta adalah sesuatu yang berbeda. Contoh tentang sesorang yang bunuh diri karena dia terlanjur mencintai, itu bukan cinta, yang ada adalah dia terlanjur mempunyai harapan yang terlalu tinggi.

Memang batas cinta adalah kematian, bukan mati karena bunuh diri, itu berati dia yang membatasi harapannya sendiri. Untuk contoh orang yang memendam cinta tadi, dia memendam harapannya sendiri, tak mampu memperjuangkan, dia menyalahkan cinta, padahal dia sendiri yang salah dalam memperlakukan harapan.

Orang yang sedang menjalani percintaan, lalu gagal, mereka sedang berharap bahwa orang yang dia cintai sekarang adalah cinta yang akan sampai kepada batasannya, yaitu kematian. Untuk orang yang gagal dalam cinta dan menganggap harapan kalian berkarat, terus berharap, terus berjuang sampai kita menemukan cinta yang suci, cinta yang tulus menemani hidup kita, cinta yang tulus memberi dan menerima kita, sampai di antara kalian nanti kembali kepada cinta yang Esa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya