Pertanyaan yang terkadang muncul di kalangan orang orng yang "spesial” tentang dunia ini adalah “Apa tujuan dan esensi hidup di dunia yang fana ini?” Kebanyakan orang yang kulihat dan yang kutemui mungkin belum menemukan esensi yang sebenarnya hidup di dunia ini. Mereka masih mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama tanpa mempertanyakan kembali maksud dan tujuan dari aturan itu sendiri.

Memang benar kalau kita mengikuti aturan yang telah dibuat, hidup akan menjadi mudah dan terhindar dari ancaman. Tapi orang bijak pernah mengatakan “Jika ingin berhasil tanpa ada tekanan dari pihak manapun, kamu terkadang harus melanggar aturan yang ada”. Karena dengan kita selalu mengikuti aturan yang ada, maka kita akan tertekan dan akan dikejar oleh aturan itu sendiri. Akhirnya, pemikiran dan motivasi yang ada di dalam diri kita belum bisa maju dan luas sebab adanya aturan yang mengikat dari awal yang telah menguasai diri dan pikiran.

Advertisement

Terkadang juga ada orang orang yang sudah terikat dengan aturan, sehingga nasihat dan omongan yang diberikan tidak berpengaruh bagi mereka. Orang orang seperti itu akan sulit menerima masukan karena telah dikuasai aturan yang disepakati. Doktrin tentang aturan yang ada di diri mereka seakan akan menguasai pikiran dan cara pandang yang tidak akan bisa memajukan kreativitas dan keinginan mereka yang sebenarnya. Tapi juga ada orang yang pernah bilang bahwa manusia yang tidak bisa mengikuti aturan lebih baik hidup di alam liar, karena manusia tersebut tidak bisa menerima kenyataan yang telah ditetapkan sejak awal. Tetapi kehidupan di alam liar juga mempunyai aturan.

Kehidupan di alam liar mempunyai aturan yang tidak tersirat, tapi telah dibuktikan secara nyata. Orang yang mengikuti aturan pasti akan menganggap bahwa hal itu perlu dilakukan agar terhindar dari kematian. Jadi kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun, karena itu tergantung bagaimana pola pikir setiap orang untuk memaknai tiap aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama.

Dalam kitab suci Al-qur’an juga ada salah satu ayat yang menyebutkan bahwa “Tidak Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk menyembah-Ku”. Kebanyakan orang masih memaknai ayat itu secara harfiah, belum memaknai secara mendalam apa yang dimaksud dalam ayat itu.

Advertisement

Bukankah ayat Al-qur’an itu bahasanya bersifat keras? jadi kita harus menafsirkan dan mengartikan maksud ayat itu sampai menemukan hakikat yang sebenarnya. Memang sejatinya kita sebagai umat manusia khusunya yang beragama islam, hidup di dunia ini adah untu menyembah dan mencari ridho tuhan Yang Maha Esa. Tapi jika kita memaknai arti tersebut hanya sebatas menyembah tuhan, pola pikir yang kita pakai tidak akan berkembang. Tuhan dalam hal ini menjelaskan bahwa perlu adanya keseimbangan hidup yang bisa menyelaraskan antara pikiran dan hati.

Keseimbangan hidup itu yang membawa kita kearah yang lebih baik, dan pasti akan berpengaruh positif bagi lingkungan yang ada di sekitar kita. Aturan yang sudah dibuat Tuhan di dunia ini melalui Al-qur’an harus kita taati dan jalankan, namun juga kita jangan terlalu terpaku dengan aturan tersebut karena bagaimanapun perlu adanya pemikiran yang mendalam mengenai aturan dan ketetapan-Nya. Itu yang menjadi dasar dalam mengelola pola pikir kita untuk mencari hakikat tentang aturan aturan yang ada di kalangan masyarakat.

Aturan yang ditetapkan tuhan juga harus kita kelola agar tidak tersesat. Harus ada keseimbangan dan pemikiran yang kompleks bagaimana kita memaknai tentang aturan tuhan dan aturan yang dibuat oleh manusia. Kebanyakan aturan itu dibuat agar manusia tidak melewati batas dalam melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain. Namun juga ada beberapa orang yang mempunyai pemikiran yang berbeda tentang satu aturan yang dibuat tuhan maupun manusia. Mereka menganggap bahwa dalam hidup ini tidak usah terlalu mengikuti sebuah aturan yang nantinya tidak akan sesuai dengan visi misi hidupnya.

Orang seperti itu tidak akan mau menggubris tentang adanya aturan yang mengikat dan menyusahkan. Mereka hanya ingin hidup seperti apa yang diingikan dan berpegang teguh pada prinsipnya sejak mereka dikirim ke dunia yang fana ini. Apapun yang dilihat orang lain entah baik atau buruk tidan akan berpengaruh bagi kehidupan mereka. Kepercayaan dan prinsip hidup yang dijalani dan diyakini kelak akan berpengaruh baik dan aan menentukan nasib orang orang itu, artinya mereka sudah siap untuk hidup menderita.

Akan terlihat menjengkelkan jika orang orang normal yang pola pikirnya belum bisa dikelola dengan baik bertemu dengan orang orang itu, karena pasti nanti mereka akan mempunyai persepsi bahwa orang orang tersebut tidak mempunyai tujuan hidup dan tidak memiliki aturan. Namun kita tidak bisa menyalahkan secara sepihak pada orang orang seperti itu, karena mereka juga pasti mempunyai tujuan dan aturan dalam hidupnya, tapi cara yang mereka pakai itu juga pasti berbeda dengan orang orang normal pada umumnya.

Aku juga sebagai manusia yang mulai mengelola pola pikir dengan baik dan kompleks merasakan hal serupa. Aku tidak dengan mudah menerima dan memaknai aturan yang dibuat oleh tuhan dan manusia begitu saja, karena pasti dibalik itu ada maksud yang tersembunyi dan membutuhkan cara berpikir yang luas tentang apa yang diinginkan oleh sekelompok orang.

Jika hanya menerima tanpa memahami secara luas dan mendalam, hidup kita hanya akan dikendalikan oleh suatu sistem yang pada beberapa hal tidak akan cocok dengan prinsip dan ideologi kita secara menyeluruh. Jadi, kita hanya akan menjalani hidup dengan perasaan tertekan tidak bisa bergerak bebas dan takut melakukan hal yang kita inginkan karena dibawah komando dan sistem yang mengharuskan kita tidak bisa berpikir dengan logis dan mendalam. Dan pada akhirnya kita akan terus hidup dalam tekanan dari orang orang yang menginginkan ideologi yang berjalan sesuai dengan keinginannya.

Jadi, apa yang kita lakukan untuk menjawab dan mengartikan semua persepsi dan pemikian manusia pada umumnya? aku pernah diberi nasihat oleh ayahku, dia berkata bahwa jika ingin cerdik dalam menghadapi aturan yang tidak cocok dengan ideologi kita, maka yang harus kita lakukan yaitu dengan mengikuti aturan itu awalnya.

Apabila kita sudah menjadi orang yang penting dalam suatu kelompok masyarakat dengan aturan itu, maka musnahkan aturan itu dan buang jauh jauh ideologi aturan itu, dan kita buat aturan baru yang sesuai ideologi kita, pasti masyarakat akan menghormati dan mengikuti aturan yang telah kita buat. Dan hal itu akan kurang lebih akan menjawab pertanyaan yang menjadi masalah bagi orang orang tertentu seperti “Apa tujuan dan esensi hidup di dunia yang fana ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya