Pernah nggak sih minder parah? Merasa kalau diri nggak ada apa-apanya? Merasa orang lain "lebih" dari pada diri sendiri? Pasti. Semua orang pasti pernah berada pada titik terendah hidup, jadi bawaannya negatif mulu.

Pengalaman saya, ketika penyakit itu lagi kambuh, semua yang dikerjakan serasa nggak ada apa-apanya. Nggak guna. Buka laptop buat nulis aja magernya (baca: males gerak) ampun-ampunan. Kalau lagi ngobrol bawaannya tatapan kosong, sekosong tong nyaring. Otak sudah seperti habis dibersihin, kinclong. Jadi serasa bego sendiri. Pekerjaan apapun ada aja salahnya, ada aja yang dievaluasi, ada aja yang tegur. Parahnya kalau sudah klimaks, hidup enggan mati tak mau. Begitu saja, so flat! Ditambah kalau sudah merendahkan diri sendiri dengan membandingkannya pada orang lain. Fiks! Anda stres, butuh hiburan. Silakan libur sejenak.

Advertisement


"Dia cantik, baik, pinter, periang, gaul, kece, aku mah apa atuh?"

"Orang-orang suka dia karena friendly banget. Oke, aku juga bakal friendly!" *Yang berujung jadi sok kenal sok dekat*


Untuk membuat orang lain suka, nggak perlu deh kita pasang topeng yang justru bikin kita jadi muka dua. Dirimu perlu untuk dihargai serta mendapat penghargaan. Dan orang yang paling bisa dipercaya melakukan hal itu siapa lagi kalau bukan diri kita sendiri. Tapi tunggu, maksud dari be yourself bukan berarti kalau kita ngeselin, suka menjelekkan orang, punya sifat dengki berat, maka hal itu akan selalu kita lakukan dan menjadi sifat akut.

Advertisement


''Kan be yourself!''

"Iya sih bener, tapi nggak gitu juga keleeess…."


Setiap manusia memiliki hati yang tidak menetap. Artinya suka labil, hari ini baik, esok lusa bisa jadi berubah jahat (power rangers kali baangg…) dan mereka membutuhkan eksistensi atas dirinya atau bahasa ringannya 'diakui', entah itu oleh Tuhannya maupun orang lain. Maka dari itu, ada saja orang-orang terdekat kita yang mendadak berubah. Jika kita berpikir dan tahu siapa diri kita, maka tiada hari tanpa introspeksi dan mulai pembenahan menuju arah lebih baik. Lantas, bagi mereka yang justru malah merusak diri? berarti mereka belum mengenal baik siapa diri mereka, serta bersyukur dengan apa yang dimiliki.

Tahu potensi diri, melakukan perbaikan, serta tetap jadi apa adanya itu salah satu bentuk rasa syukur terhadap apa yang telah Tuhan kasih, lho. Iya sih ganteng, pintar, terkenal, tapi kalau jarang sholat? kan sama aja! Iya sih punya tubuh ideal, muka oriental, dipuja-puja, tapi kalau temperamen gila? makasih, ya!

Jadi, be yourself itu penting ya, guys, dan berubah jadi lebih baik juga nggak kalah pentingnya. Sekarang, saatnya dirimu butuh untuk dipandang baik oleh pemiliknya. Nggak ada lagi ya, yang suka membanding-bandingkan dengan orang lain. Punya hak apa kita atas nikmat Tuhan yang dititipkan pada mereka? Percaya dan yakin kalau kamu juga punya sesuatu 'lebih' yang nggak dipunyai orang lain. Setiap manusia, meski diciptakan sama, tapi sejatinya mereka memiliki sifat dan keistimewaan yang berbeda. Just be you! Only you! It's you! Selamat menjadi diri sendiri! 😊

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya