“Mungkin jalan kita berbeda, itu sebabnya cinta ini berubah benci.”

Rasanya sangat tidak nyaman jika cinta yang terbangun dengan pondasi yakin akan keindahan di akhir berubah benci seketika. Apa yang di rancang berakhir menyakitkan dan selalu saja membawa tangis serta penyesalan. Bagaimana bisa? Bukankah cinta itu satu paket dengan sayang bukan benci? Lalau kenapa cinta bisa berubah benci?

Mungkin Anda percaya cinta harus saling memiliki.

Cinta itu tidak selamanya harus saling memiliki. Tetapi cinta yang terbina dalam sebuah hubungan harus, dan wajib berakhir indah. Kenapa? Karena cinta itu berjuang dan berkorban. Jangan siakan perjuangan dan pengorbanan dengan memutuskan cinta. Kemudian, jangan selalu percaya cinta harus memiliki.

Advertisement

Tidak semua cinta wajib kita miliki, bahkan tidak jarang cinta dalam diam itu lebih indah dari cinta yang ditunjukan terus terang. Jadi, untuk mencegah cinta berubah benci jangan selalu percaya cinta harus memiliki.

Karena jika Anda percaya maka Anda akan merusak sayang orang yang anda cintai, dan yang berarti orang tersebut akan membenci sikap anda. Itu yang dinamakan cinta berubah benci karena bersikap dan percaya bahwa cinta harus memiliki.

Bisa jadi Anda tidak bersyukur dengan cinta yang Anda miliki saat ini.

Bersyukur dalam sebuah cinta sangat diperlukan. Itu sebabnya, bersyukurlah dengan cinta yang anda miliki saat ini. Jangan berusaha mencari yang sempurna jika itu tidak membuat anda bahagia. Bukankah cinta bisa berubah menjadi benci jika anda selalu saja membandingkan pasangan anda dengan seseorang yang menurut anda sempurna meski mereka tidak sesempurna pandangan anda?

Advertisement

So, jadilah manusia yang selalu bersyukur agar anda bisa menghapus benci dan menyempurnakan cinta dari kekurangan pasangan anda. Jadilah diri sendiri, itu yang terpenting.

Jangan anggap cinta jika anda belum siap tersakiti.

Keraguan terkadang menjadi penyebab cinta berubah menjadi benci. Kebanyakan dialami oleh wanita yang dengan terpaksa menerima pria yang tidak mereka sukai tetapi mereka perlukan untuk menutupi status “JOMBLO.” Hal seperti ini tidak baik untuk di ikuti. Karena kita sudah melakukan dosa banyak dalam satu tindakan.

Yang pertama, secara tidak langsung kita berbohong terhadap diri sendiri, melukai pasangan karena keterpaksaan kita, dan berdusta kepada teman yang tidak tahu isi hati kita. Masalah selanjutnya yang pasti terjadi setelah rasa “BOSAN” menghantui adalah benci.

Bagaimana bisa? Karena keterpaksaan, keraguan yang menyebabnya cinta si dia berubah benci dengan kenyataan yang ada. Jadi, lebih baik jujur dan jangan anggap cinta jika belum siap tersakiti oleh kenyataan yang ada.

Masih bertahan dalam ketidaknyamanan.

Ini masalah umum dalam sebuah hubungan. Tidak nyaman akan suatu hal yang selalu saja terulang, namun masih saja dipertahankan. Hal ini tidak hanya akan merubah cinta menjadi benci, tetapi juga berpeluang untuk datangnya orang ketiga dan menghancurkan hubungan. Jangan diremehkan, karena bertahan dalam ketidaknyamanan itu bukan hal baik dalam hubungan.

Ada baiknya jika masalah hadir, membuat hubungan tidak nyaman. Sebaiknya dibicarakan baik-baik dan dipecahkan. Harus bagaimana ke depan, agar hubungan tetap terjalin baik serta tidak merubah cinta menjadi benci.

Selalu mengalah dalam setiap masalah.

Ini biasanya dilakukan oleh seorang pria yang dewasa, pengertian dan selalu bertindak tegas. Mengalah, adalah sikap terbaik menyelesaikan masalah. Namun, jika semua masalah selalu mengalah tidak dipecahkan maka suatu saat akan meledak dan merubah cinta menjadi benci. Jadi, alangkah baiknya kita harus mengalah pada masalah yang tepat dan tegas dalam masalah yang tepat juga.

Jangan selalu mengalah, jika anda tidak ingin cinta yang sudah anda pertahankan berubah benci karena sikap mengalah yang meledak menjadi tidak suka. So, masih bisa kan bertahan namun tidak selalu mengalah?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya