1 juni merupakan hari dimana Pancasila dilahirkan sebagai gagasan pembentukan dasar negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dibentuk bukan tanpa dasar yang jelas. Pancasila dibuat berdasarkan sikap serta norma bangsa yang sudah ada sejak lama dan dituliskan dalam bentuk lima sila. Pancasila bersifat dinamis, yang diharapkan selalu sesuai dengan perkembangan zaman.

Peringatan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila sering dilakukan dengan upacara dan pengibaran bendera merah putih. Hal ini tentunya tak luput dari penetapan sebagai hari libur nasional. Peringatan hari lahir Pancasila mengalami perbedaan setiap tahunnya. Perbedaan ini bukan dari bentuk seremoninya. Melainkan bagaimana masyarakat memaknai peringatan hari lahir Pancasila utamanya di kalangan anak muda.

Advertisement

Sikap tidak saling memiliki serta mewarisi Pancasila semakin terlihat pada generasi muda Indonesia sekarang. Kurangnya pemahaman terhadap Pancasila menyebabkan mudahnya golongan muda untuk dipecah belah.Tentunya hal tersebut tidak terjadi begitu saja.

Banyak faktor yang memepengaruhi berkurangnya sikap peduli mereka. Adanya arus globalisasi yang cepat serta kurangnya kemapuan diri untuk mem-filter budaya asing, menyebabkan kita sebagai generasi muda Indonesia seakan kehilangan jati diri.

Cepatnya perkembangan teknologi informasi, juga menyebabakan generasi muda sekarang cenderung untuk memilih bersosialisasi di dunia maya jika dibandingkan bersosialisasi langsung dengan orang-orang disekitar mereka. Nampaknya itu menjadi penyebab menurunnya kepedulian terhadap orang di sekitar, serta menyebabkan semakin bertambahnya sikap individualisme.

Advertisement

Hal ini tentunya tidak sesuai dengan apa yang terkandung di dalam Pancasila yang menekankan kita untuk saling menghargai dan peduli antar sesama.

Sebagai kawula muda yang menjadi tiang dan penentu peradaban bangsa, sudah selayaknya hari lahir pancasila tidak sekedar sebagai peringatan yang bersifat seremonial, tetapi sebagai momentum untuk kita menggali makna dan mengamalkan apa yang terkandung di dalam Pancasila.

Kita seharusnya bersatu untuk menjadi pelopor dan menjadi contoh yang baik. Karena sikap pemuda adalah tolak ukur kemajuan bangsa kedepannya. Kita tidak perlu menjadi orang yang memploklamirkan diri di depan umum sebagai pengamal nilai Pancasila. Bentuk pengamalan tersebut harus berupa aksi nyata yang kita implementasikan di dalam kehidupan sehari – hari.

Bentuk implementasi nilai sila Pancasila dapat berupa saling menghargai antar umat beragama, antar ras dan golongan. Tumbuh menjadi jiwa yang jujur dan mengedepankan moral dalam bertindak dan bersikap. Berlomba-lomba dalam meningkatkan prestasi dan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa. Serta menjadi contoh untuk generasi di bawah kita dan selalu mengedepankan sifat-sifat kemanusiaan yang berkeadilan.

Itulah yang dapat kita lakukan sebagai generasi muda penentu masa depan Indonesia. Mari bersama menjadikan hari lahir Pancasila bukan sekedar seremoni tetapi berupa implementasi. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya