"Jatuhkanlah hatiku untuk dia yang tepat..

Ya…tapi semua itu butuh namanya proses,dan dalam segi melupakan aku butuh namanya proses. Berlajar untuk menerima bahwa apapun itu yang ku dapat, apapun itu yang ku temui dan apapun yang telah ku lakukan belum benar-benar memuaskan, kusimpan. Rasa ketidak puasan ku itu, tepat dalam diriku,sehingga kumiliki rasa ingin terus belajar, karena dari itu, ku mendapatkan manfaat akan sebuah pembelajaran terutama soal menunggu dengan ketidak pastian.

Advertisement

Hal pertama yang ku dapatkan adalah Iikhlas. Ya ikhlas dalam artian merelakan yang telah pergi, serta ikhlas menerima takdir karena hanya dengan rasa ikhlas itu aku masih bisa memiliki sebuah harapan untuk dia kembali meski tak sekarang dan meski tak harus bila didasari ikhlas dia tak kembali pun,aku sudah meng ikhlaskan Kesabaran, hal kedua yang menjadi pembelajaran yang amat sangat mudah pelafalanya tapi amat sangat sulit untuk direalisasikan pada kehidupan kita.

Sabar mengajarkan aku untuk tetap sabar menunggu meski yang aku tunggu belum pasti kembali. Tapi, aku tau karena yang pergi gak akan selamanya pergi masih ada sepenggal harapan tertinggal berlapis sabar serta ikhlas disini aku masih mengharapkanmu dan jika bukan. Kamu akupun yakin ia akan menggantikanmu dengan yang lain meski tidak untuk sekarang. Tapi suatu saat nanti aku yakin pertemuanku dengan harapan itu tiada yang sia sia selagi aku mampu untuk. Terus belajar. Bersyukur, atas apa yang aku rasakan sekarang. Karena akupun tau rasa ini belum tentu esok ataupun lusa aku dapat merasakan nya. Sungguh nikmat Tuhan amatlah Indah, tiadalah nikmatnya yang buruk,kuyakinkan semua Indah,hanya saja berbeda saatnya.

Entah sampai syukur ini berhenti aku ucapkan? Tentu. Tidak akan pernah kuhentikan rasa syukur ini, sebab aku paham bahwa mensyukuri segala sesuatu yang telah kita dapat kan adalah kenyaman tersendiri untuk ku. Hanya saja sedikit di antar kita yang pandai untuk bersyukur Aku tidak akan pernah menaruh benci terhadapmu, meski kamu pernah membuat air mataku jatuh. Meski sebenarnya aku pernah kecewa. Aku tak pernah mencoba menjauh darimu. Meski aku tak pernah bisa berada di samping mu sedekat nadi.

Advertisement

Tapi aku akan mengenangmu selalu bak mentari yang tak pernah lelah menyambut pagi. Meski penantianku ini tak berujung pada mu Akan kupercayakan balutan ikhlas serta kesabaran ini,kan ku iringi syukurku untuk dia seseorang yang kunanti. Bukankah perempuan baik akan bersama laki-laki baik pula? Jika memang begitu apa aku boleh mencintai laki-laki tak baik,Agar kurubah menjadi seorang yang baik.

Apapun alasannya Menunggu itu melelahkan, tapi. Tidak untukku

Karena menunggu untukku adalah proses pembelajaran terpenting hasil akhir tidak akan pernah mengkhianati proses hanya saja waktu yang akan menentukan. Untuk seseorang disana,yang kuharap hatinya akan Kembali aku ingin ucapkan sesuatu.Yang sempat lupa aku katakan saat terakhir kita bertemu… "Aku sayang kamu…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya