Cewek adalah makhluk yang istimewa. Respon mereka terhadap haus, lapar, kesakitan, dan kebahagian pun berbeda dengan cowok. Karena perbedaan itulah muncul yang namanya perbedaan hak dan kewajiban yang ‘mengerak’ di masyarakat. Cewek identik dengan hal yang halus alias yang ringan seperti memasak, mencuci, mengurus rumah, dan lain-lain. Berbeda dengan cowok yang selalu dianggap sebagai makhluk kuat karena tugasnya bisa dibilang berat. Padahal sebenarnya perempuan dan laki-laki itu memiliki kekuatan yang sama. Hanya saja paradigma di masyarakat membuat hal tersebut seolah tidak berlaku.

Sebagai makhluk yang sering dianggap ‘lemah’ ( Walau sebenarnya sangat-sangat kuat), cewek terkadang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Sekali lagi, meskipun tidak semua cewek begitu namun hal itu sudah menjadi kodratnya cewek untuk dilindungi dan dicintai. Cewek memang unik. Mereka berpikir dalam banyak sisi. Maklumi saja apabila menemui cewek yang suka mempersalahkan orang lain tanpa melihat dirinya sendiri. Itu berarti ia membutuhkan teman dan perlindungan atas masalah yang ada pada dirinya.

Advertisement

Kalau melihat kalimat ‘Cewek selalu benar dan cowok selalu salah’ bawaanya kok bikin gemes, ya? Sebagai perempuan pun saya sebenarnya kasihan dengan laki-laki yang selalu dipersalahkan (walau mereka sering melakukanya). Apakah cewek seberkuasa itu?


"Aku kelihatan kurus pakai baju warna merah apa hitam?"



"Ehmm.. Kayaknya lebih bagus yang warna biru ini, deh.."


Advertisement


"Jadi, aku kelihatan gendut gitu?"



*salah lagi*


Jawabanya, tidak. Tidak semua cewek menganggap dirinya adalah yang paling benar. Kalau memang salah ya sudah, salah. Nggak perlu membenar-benarkan diri alias ngeles cari alasan untuk mempersalahkan laki-laki yang nggak salah. Toh, cewek dan cowok sama-sama manusia, sama-sama berdosa dan tidak luput dari kesalahan. Memang, sih cewek itu makhluk yang harus diberi perlindungan dan kasih sayang yang khusus, tapi, kan jahat juga kalau menyalahkan orang yang nggak salah atas nama kodrati. Hal seperti inilah yang perlu diperhatikan lebih dalam suatu hubungan. Entah dalam hubungan romansa atau relasi dengan rekan kerja.

Dan untuk para cowok, jangan terlalu mengintimidasi diri dengan stigma ‘selalu salah.’ Kalian juga manusia kok. Sama seperti cewek yang punya kelemahannya sendiri. Kalau mau ngalah, ya monggo saja. Tapi jangan jadikan dirimu sesuatu yang selalu nggak ada benarnya, apalagi di mata cewek. Kan kalian sama-sama manusia. Gender equality, lah istilahnya. Kalau cewek kalian terbukti salah dan kalian yang disalahkan, bilang saja secara baik-baik dan jelaskan dengan halus supaya cewek dapat menyadari kesalahanya tanpa mempersalahkan orang lain yang ternyata tidak salah. Tapi caranya harus benar.

So, buat para cowok-cowok di luar sana, setelah membaca artikel ini please jangan berkata,


"Tuh kan cowok itu nggak selalu salah. Kalau kamu salah ya salah aja!"


tapi ganti dengan


"Kita itu tim. Kita salah bareng bener bareng. Kalau aku atau kamu salah, ya kita saling minta maaf. Don’t be shy."


Selamat malam.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya