"Engkau adalah hal yang tidak dapat aku lukiskan dengan apapun, cinta pertama dalam hidupku dan sosok yang tidak dapat tergantikan."

Sebelum, aku mengenal sosok seorang pria, Tuhan sudah memperkenalkannya terlebih dahulu kepadaku. Dia adalah cinta pertamaku yang kupanggil dengan sebutan " Ayah ". Seseorang yang pertama sekali membisikkan kata yang lebih indah dari kata cinta, seseorang yang pertama sekali menggenggam tangan ini, dia adalah " Malaikat pelindung bagiku ."

Advertisement

Beliau berumur 55 tahun saat ini, umurnya yang sudah tidak tergolong muda lagi,mungkin umurnya sudah tua namun bagiku dia masih sama seperti yang dulu. Beliau adalah superhero bagiku anak gadisnya. Bercerita tentang beliau tidak akan ada habisnya, Ayahku selalu mengajarkanku banyak hal tentang kebaikan dan kehidupan. Beliau juga mengajarkan kekurangan dibalik setiap kelebihan yang menjadikanku menjadi pribadi yang bijak dalam bersikap serta menghadapi permasalahan dalam hidup.

Ayah juga mengajarkanku bagaimana menyeka air mataku agar aku menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan dewasa menghadapi segala kepalsuan semesta ini. Ayah masih tersimpan rapi diingatanku bagaimana caramu memperlakukanku layaknya seorang putri, sentuhan jemarimu yang memberikan kelembutan bagi tubuhku, pelukanmu menjadi kehangatan, kedamaian dalam hati ini, cinta kasih sayangmu bagi embun penyejuk batin. Ayah caramu mendidik dan membesarkanku sungguh sangat sempurna.

Kesabaran dan keuletan mu menjadi kekuatan tersendiri bagimu agar dapat melihat putri kecilmu ini tumbuh menjadi seorang gadis yang dewasa. Ayah tidak ada yang mampu memberikan kasih setulus ini dan memperlakukanku seperti ini selain engkau, ibuku, dan Tuhanku. Ayah aku mengasihimu sebanyak engkau mengasihiku ketika aku dilahirkan ibuku ke dunia ini. Bagiku engkau adalah mentari yang tidak pernah berhenti bersinar, seperti air yang tidak memiliki ujung untuk berhenti mengalir, seperti fajar yang tidak pernah terlambat terbit pada waktunya.

Advertisement

Ayah lelahmu adalah kekuatan bagiku, senyum dan canda tawamu adalah anugrah dan kebahagian yang tak terbilang harganya yang tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata. Bila ada yang mengajariku sabar maka itu adalah "Ayah." Bila ada yang mengajariku kasih maka itu adalah "Ayah." Bila ada yang mengajariku kuat maka itu juga adalah "Ayah." Dan bila ada yang mengajariku kerasnya hidup ini maka itu adalah "Ayah." Engkau nafas dalam setiap nadiku yang memberi kekuatan baru, yang menjaga hidupku, kehidupan yang kau ajarkan menjadi bekal untuk masa depan putrimu ini, kau tidak mengenal lelah sebagai malaikat pelindungku dan semua yang terindah kau berikan padaku.

Ayah walau banyak orang tidak menyukaimu namun aku putri kecilmu sangat bersyukur memiliki Ayah terhebat sepertimu, Ayah yang tidak ada tandingnya. Ayah terima kasih buat semua hal indah yang ayah ciptakan bagiku, apa yang telah ayah berikan tak akan lekang oleh apapun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya