Pasti Anda pernah mengalaminya saat Anda berada di depan orang banyak untuk berpidato atau berpresentasi, lalu semua hasil latihan di depan kaca dan berbicara sendiri kemarin hilang, seperti semua materi pembicaraan kita pada saat tersebut tiba-tiba blank. Saya sangat mengerti perasaan Anda. Beberapa waktu yang lalu, hal ini merupakan salah satu masalah terbesar yang saya miliki, saya tidak bisa berbicara di depan publik.

Bahkan untuk sekedar berbicara dengan orang asing dengan bahasa Inggris dalam setting akademis, saya langsung blank. Tahun lalu, saya dihadapkan pada sebuah tantangan yang belum pernah saya temui sebelumnya untuk mempresentasikan ide bisnis saya dan mengajukan diri saya sebagai salah satu ketua untuk sebuah perusahaan virtual di pelajaran Virtual Enterprises di sekolah saya. Pada saat itu, saya tidak menyangka bahwa keterampilan ini akan menjadi aset terbesar dalam mengembangkan perusahaan virtual kami.

Advertisement

“Berbicara di depan publik memang menegangkan, namun dunia tidak akan runtuh jika Anda tidak melakukannya dengan baik. Karena dunia ini tidak akan runtuh, hendaknya kita menganggapnya lebih santai sedikit, meskipun juga tetap harus serius. Dengan bersikap rileks, kita bisa berpikir lebih jernih.” Saya pertama kali mendengar kalimat-kalimat tersebut dari teman saya saat ia sedang menenangkan saya untuk presentasi ide bisnis saya.

Semenjak itu, kalimat ini selalu berputar di kepala saya setiap saya naik ke panggung untuk berbicara di depan publik. Maka dari itu, langkah pertama dari mempersiapkan diri untuk berbicara di depan publik adalah untuk mempersiapkan mental Anda. Cara paling mudah untuk meregangkan beban di pikiran Anda adalah untuk menguasai topik yang akan Anda bicarakan.


Persiapkan semua materi Anda semaksimal mungkin dari jauh-jauh hari. Jika Anda sudah betul-betul mengerti mengenai topik pembicaraan, maka Anda akan merasa lebih tenang saat berbicara di publik tersebut. Anda juga dapat mempersiapkan diri dengan mengantisipasi beberapa pertanyaan yang kira-kira akan mereka tanyakan.


Advertisement

Seperti ekspresi ‘tidak kenal maka tidak sayang,’ langkah kedua dan langkah yang paling penting dalam berbicara di depan publik adalah untuk berkenalan dengan penonton atau penyimak Anda. Tanyalah kepada diri sendiri beberapa pertanyaan mengenai hubungan penonton Anda dengan topik pembicaraan Anda.

Sekaliber apakah mereka? Tujuan mereka mendengarkan Anda untuk apa? Pengertian mereka mengenai apa yang Anda akan bicarakan sejauh mana? Apa saja yang ingin mereka ketahui dari Anda? Kira-kira, apa saja yang akan mereka tanyakan? Diksi apa yang paling sesuai digunakan agar mereka dapat menangkap pesan Anda dengan jelas? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda untuk menyocokan cara penyampaian pesan Anda supaya para penonton dapat mengerti dengan jelas.

Jika Anda dapat melakukan langkah pertama ini dengan benar, langkah-langkah berikutnya akan jatuh pada tempatnya dengan mudah. Saat saya mengetahui bahwa penonton saya untuk presentasi ide bisnis ini adalah para anggota manajemen sekolah, saya pun mencoba untuk mengatur diksi, perencanaan bahasa tubuh, alat presentasi, dan mengantisipasi pertanyaan supaya mereka mendapatkan kesan profesional dan penuh dengan semangat dari saya.

Para penonton mungkin tidak akan bisa mengingat isi daripada materi yang Anda bawa, namun mereka pasti ingat dengan awalan dan akhiran yang kuat. Maka dari itu, langkah ketiga daripada persiapan ini adalah untuk membuat sebuah awalan dan akhiran yang kuat; sesuatu yang akan diingat oleh para penyimak yang mendengarkan Anda. Jangan meremehkan kekuatan daripada awalan atau akhiran sebuah presentasi atau pidato, karena hal ini bisa menjadi pembeda Anda dari yang lain.

Setelah berkali-kali mengulang naskah untuk awalan dan akhiran presentasi ide bisnis, saya memutuskan untuk memulai presentasi saya dengan suatu kondisi yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari para penonton, seperti sebuah masalah yang dapat dihubungkan dengan pengalaman asli mereka. Pada akhirnya, saya menutup presentasi dengan berkata bahwa ide bisnis ini adalah solusi untuk masalah yang saya perkenalkan di awal presentasi.

Langkah keempat adalah berlatih pada setiap waktu luang Anda. Jika Anda memiliki waktu kosong, gunakan waktu tersebut untuk berbicara di depan kaca dan berlatih. Jika Anda sedang terjebak di kemacetan, gunakan waktu tersebut untuk berlatih. Semakin sering Anda berlatih, semakin terbiasa juga Anda dengan apa yang akan Anda bicarakan. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, cara terbaik untuk berlatih adalah untuk menulis beberapa poin dalam sebuah kertas, membacanya berkali-kali, kemudian coba untuk mengingatnya dan berbicara tanpa bantuan kertas tersebut.


Jika Anda memang sudah memiliki sebuah teks atau naskah yang akan dibaca, banyak berlatih akan membiasakan Anda dengan alur presentasi atau pidato Anda. Saya sendiri bahkan sampai berlatih saat sedang mandi, saat memilih baju, dan saya juga mencoba presentasi didepan teman saya.


Walaupun Anda sudah mempersiapkan diri secara materi, langkah kelima adalah untuk menjaga diri Anda sendiri. Maksudnya apa menjaga diri sendiri? Menjaga diri dapat diartikan sebagai mendapatkan istirahat yang cukup di malam sebelum hari H, makan sarapan pada pagi hari supaya tidak lemas, dan bahkan untuk menggunakan pakaian yang meningkatkan ke-pede-an Anda. Jika terkadang Anda merasa bahwa stressnya terlalu berat, luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai. Anda juga pantas bersenang-senang, kok.

Tidak baik kalau pikiran Anda hanya berkutat pada hal yang itu-itu saja. Pastikan bahwa Anda dalam mood terbaik dan semangat yang tertinggi, supaya hasil kerja keras dan berjam-jam dari latihan Anda terbayar dengan efektif.

Saat nama Anda dipanggil untuk naik ke atas panggung, langkah keenam adalah untuk mengontrol suara, eye-contact, dan postur tubuh. Anda akan jauh lebih tenang apabila Anda berbicara dengan volume dan kecepatan yang terkontrol. Saya sendiri merasa bahwa saya merasa paling nyaman di atas panggung apabila saya berbicara dengan nada yang sedikit dipelankan. Dengan menurunkan kecepatan omongan, maka Anda juga dapat memiliki waktu untuk memulihkan diri anda dari saat-saat blank.

Kesalahan banyak orang, termasuk saya sendiri, adalah untuk berbicara terlalu cepat, sehingga para penonton tidak dapat mendengar pesan kita dengan jelas. Menjaga eye-contact juga akan menjaga perhatian dari para penonton, sehingga apa yang kita ucapkan diterima dengan jelas dalam kesan interaktif. Selain itu, menjaga postur tubuh yang baik juga akan menunjukkan rasa percaya diri, yang pada akhirnya juga akan menimbulkan rasa percaya diri yang asli di dalam diri kita sendiri. Jangan meremehkan kekuatan dari suara, eye-contact, dan postur tubuh yang baik.

Dari ketiga hal ini, sebuah presentasi atau pidato yang biasa aja dapat diubah menjadi pidato atau presentasi yang tidak akan dilupakan. Pesan-pesan yang disampaikan dari pembicaraan Anda juga akan lebih tersampaikan dengan jelas. Tentunya, segala hal merupakan sebuah proses. Jika Anda merasa bahwa performa Anda pada upaya pertama tidak maksimal, buatlah refleksi dari kesalahan anda. Maka dari itu, langkah ketujuh dan yang terakhir dari menguasai berbicara di depan umum adalah untuk merefleksi kesalahan dan membuat rencana aksi untuk kedepannya. Bahkan jika Anda sudah menjadi pembicara publik handal, pasti selalu ada ruang untuk peningkatan dan perbaikan.


Kenali kekuatan dan kekurangan Anda saat berbicara di depan publik supaya Anda dapat menjadi pembicara yang lebih baik lagi di upaya berikutnya. Pada akhirnya, pengalaman adalah guru terbaik untuk meningkatkan performa diri sendiri.


Dengan penerapan efektif dari semua langkah-langkah tersebut, ide bisnis saya pun diterapkan dan dikembangkan sebagai perencanaan bisnis Haegea Virtual Company. Saya sendiri pun mendapatkan posisi Chief of Staff dan perjuangan saya untuk berbicara di depan umum berlanjut sampai akhir 2017, saat kita berhasil meraih lebih dari 12 penghargaan emas atau silver secara nasional maupun internasional. Saya percaya bahwa dalam semua industri, berbagai jalur karir, dan segala arah yang dapat Anda tekuni, kecakapan dalam keterampilan berbicara di depan umum akan selalu menjadi salah satu aset terbaik Anda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya