Millenials atau mereka yang lahir pada 1980-2000 ini menjadi yang sangat diperbincangkan saat ini, baik di media online maupun cetak. Generasi yang akrab disebut sebagai generasi Y ini memiliki banyak keunikan dari sifat mereka yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Pengaruh yang sangat besar mempengaruhi generasi Y adalah dengan hadirnya internet. Perkembangan di dunia digital ini mempengaruhi para millenials secara signifikan. Segala macam informasi dapat diakses dengan mudah dengan adanya internet, berbagai jenis situs berita online yang juga menawarkan ragam berita yang sangat menarik. Tidak hanya itu akses pertemanan yang seolah tanpa batas membuat para millenials dengan mudah terkoneksi dengan teman mereka di kota lain bahkan sampai mancanegara.

Sebagai generasi yang sangat menentukan dunia industri di masa depan ini ternyata millenials dituntut untuk selalu berinovasi. Cepat, update, dan kreatif, tiga kata ini saya berikan sebagai gambaran sifat para kaum millenials. Namun ternyata ada beberapa hal yang harus dihindari oleh para millenials, apa saja hal itu? Saya mencatat ada 3 (tiga) karakter yang harus dihindari oleh generasi millenials:

Advertisement

1. Individual

Sebagai generasi millenials yang pertama harus dihindari adalah sifat individualis, yaitu mereka yang ingin mengerjakan sesuatu itu sendirian. Guys, as a millenials ternyata kita harus mengerjakan sesuatu dengan berkelompok. Kita sering mendengar tentang manusia sebagai makhluk sosial, teori ini menggambarkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial di mana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Sehingga membentuk satu pola komunikasi antar individu dalam sebuah kelompok. Hadirnya teknologi informasi yang pesat ternyata melahirkan ketertarikan yang sama dari para millenials yang membuat mereka akhirnya berkelompok. Jadi, kalau ngerjain sesuatu jangan sendirian ya.

2. Kudet (Kurang Update!)

Advertisement

Di era yang serba terkoneksi ini haram hukumnya nih kalau kita jadi orang yang kurang update. Millenials selalu dituntut mengetahui informasi yang sedang in di media dan harus terus memantau informasi yang sedang berkembang di dunia. Memang tidak semua harus dipahami secara serius, tetapi paling nggak kita tahu informasinya sudah berkembang sampai mana. Sebagai contoh, isu yang paling sering diperbincangkan hari-hari ini adalah isu politik yang diawali dari PILKADA yang diadakan serentak di seluruh Indonesia pada 15 Februari 2017 lalu yang semakin hari berkembang menjadi isu SARA. Sebagai kaum millenials, kita harus “konek” atau nyambung dan harus bisa memilih yang mana berita hoax dan yang mana yang bukan hoax. Tidak sedikit fakta di masyarakat kalau mereka terpancing oleh isu tersebut. As a millenials, kita dituntut bijak dalam memilih berita, dan sebaiknya menjadi agen perdamaian di tengah kerancuan tersebut.

3. Cuek

Generasi millenials harus menjadi inisiator perubahan. Tentunya perubahan yang diinginkan adalah perubahan ke arah yang positif. Sifat “cuek” atau masa bodoh atas sesuatu hal harus dikubur dalam-dalam dan tidak boleh boleh dimiliki sedikitpun. Setelah mengetahui banyak informasi millenials juga dituntut untuk peduli. Afi Nihaya Faradisa, seorang remaja putri asal Banyuwangi yang menginspirasi banyak orang melalui tulisannya di akun media sosialnya. Apa yang ditulis oleh Afi seolah menjadi air sejuk di tengah kondisi panas masyarakat Indonesia serta memberikan inspirasi bagi banyak millenials yang masih duduk di bangku sekolah.

Saya mengutip perkataan dari Mother Teresa “I alone cannot change the world, but i can cast a stone across the waters to create many ripples.”

Dengan keberadaan kita di tengah dunia setidaknya kita bisa bersuara dan menjadi sebuah inspirasi tumbuhnya inisiator-inisiator perubahan lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya