ingatkah kamu pertama kali hati mu berdegub kencang karna aku?, mungkin itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Apa masih sperti itukah hati mu saat ini ketika melihatku?

pertanyaan itu kadang muncul dalam benak aku,terbayang jawaban mu yang buat aku merasa jatuh cinta lagi atau membuat aku termenung.Banyak khayalan ku tentang kita stelah bertahun-tahun kita lewati jalan ini,saat ini kita tidak di usia remaja yang malu-malu tuk menjawab.Dan melihat wajahmu aku mengingat saat pertama kali kau nyatakan perasaan mu pada ku sesuatu yang tak pernah lupa,aku tersenyum mengingatnya.Ada rasa curiga apakah perasaanmu masih seperti dulu?".

Advertisement

Namun sekarang kita tahu,apa yang kita lewati tak mudah terkadang dipertengahan jalan ada pertengkaran,perbedaan pendapat membuat kita kesal satu sama lain.Dan terlintas kebencian tuk pergi dari mu,akupun berhak bahagia tanpa mu.Tapi kemarahan ku luluh melihat mu dengan sabar menanti redamnya amarahku,dan selalu perkataan mu membuat aku tertawa "sudah marahny?".Akupun senyum bahagia dan berkata pada diri sendiri "kapan lagi punya kekasih sperti ini?" bukannya kebanyakan orang akan sama-sama marah,sama-sama keras kepala merasa dirinya juga benar.Pertengkaran ini tidak menjadi besar dan menghancurkan kita,justru mempererat hubungan kita bukan sekedar sepasang kekasih tapi ada hubungan sahabat ,teman , patner masa depanku.

Terima Kasih sayang tuk smua Harapan-harapan kecil yang kau berikan,walau tak terlihat besar dimata ku,tapi semua itu terasa menyentuh.Kebaikan hatimu,kesabaran mu menghadapi pola ku,aku ingin harapan -harapan itu kecil dan lama-lama menjadi besar seiringannya waktu berjalan.Pada akhirnya semua perjuangan kita selama ini menjadi sebuah harapan,doa,dan Nyata .

Advertisement