Masih belum hilang dari ingatan kita tentang pengeroyokan yang dialami oleh seorang aktifis dan seniman Ratna Sarumpaet dan pengeroyokan oleh salah satu fans K-pop yang dialami oleh Samuel Alexander Pieter atau yang lebih dikenal sebagai Younglex.

Akan tetapi setelah diusut, kedua hal tersebut merupakan sebuah kebohongan atau hoax yang dibuat-buat seakan hal tersebut memang benar terjadi dan mengambil keuntungan dari hal tersebut, Akan tetapi lebih baik kita mengetahui dahulu makna hoax ini.

Advertisement

Hoax atau pemberitaan palsu (menurut wikipedia) adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, akan tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, maupun april mop.

Di zaman informasi ini, penyebaran berita palsu sangatlah cepat dan mudah dipercaya karena sebuah kebohongan dianggap benar karena keboongan tersebut adalah hal yang diinginkan atau meresahkan para masyarakat pengguna sosial media.

Oleh karena itu menyebarkan tanpa memastikan bahwa berita yang akan disebarkan merupakan berita yang sesungguhnya atau palsu. Penyebaran berita di sosial media sangatlah cepat terjadi, menggutip dari katadata.co.id

Advertisement

“Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017  sudah mencapai 142 juta jiwa atau sekitar 54,69%”,

Sehingga pemberitaan yang ada di dunia maya dengan cepat menyebar ke layar hp masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, makanan dan minuman yang mudah terbakar, banyak masyarakat Indonesia yang melakukan hal tersebut tanpa mengetahui mengapa sebab terbakar.

Seperti bubuk kopi yang dikira dicampur dengan bubuk mesiu, akan tetapi sebenarnya creamerlah yang menjadi sebab hal tersebut, dan hal tersebut menjadi booming dan perusahaan mengalami kerugian.

Sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo sering menjadi target dari pembuat hoax, yang paling sering muncul adalah jokowi sebagai seorang PKI yang sering tersebar di sosial media. Namun sudah sering pula Presiden Jokowi mengkonfrimasi bahwa ia bukanlah seorang PKI.

Bukan hanya Presiden Joko Widodo atau jokowi yang menjadi target oleh pencipta hoax akan tetapi masih banyak lagi yang menjadi target penyebaran berita hoax yang dapat meresahkan masyarakat karena ketidaktahuanya.

Pada tahun 2016 Indonesia digemparkan oleh berita biskuit crispy crackers yang diduga mengandung lilin, karena biskuit crispy crackers menyala saat dibakar. Hal tersebut langsung dibantah oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), menurut BPOM biskuit crackers tersebut mengandung lemak/minyak yang membuat biskuit dapat terbakar.

Pemerintah sudah berupaya maksimal dalam menciptakan internet bersih dan sehat akhir-akhir ini karena masyarakat yang masih kurang akan informasi dan langsung menyebarkan berita yang diterima tanpa dipastikan dahulu, itu benar atau salah.

Seperti memblokir situs-situs yang sudah terindikasi menyebarkan hoax dan memberikan ilmu akan pentingnya internet bersih dan sehat di sekolah-sekolah. Dan aksi pemerintah dalam memberantas pelaku hoax ini, dilansir pada akun instargam divisi humas Polri sudah menangkap pelaku penyebar hoax tentang penculikan anak dan pesawat Lion JT 610.

Sehingga sudah saatnya kita sebagai rakyat Indonesia bersatu dalam melawan hoax yang akhir-akhir ini sering bermunculan di dunia maya karena telah memasuki tahun politik di Indonesia.

Sudah saatnya berinternet dengan bersih dan sehat, karena sebagai orang yang menciptakan atau menyebarkan berita palsu dapat dijerat UU ITE karena telah merugikan pihak korban hoax yaitu kurungan penjara dan denda hingga miliaran rupiah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya