Travelling adalah hal yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Tetapi jika hal tersebut dilakukannya bareng dengan teman-teman, tentunya kegiatan tersebut akan menjadi lebih seru untuk dinikmati. Melakukan travelling bersama teman-teman pun pernah kejadian dalam pengalaman saya. Hal ini terjadi pada tanggal 27-29 May tahun 2016, ketika saya dan teman-teman kelas saya berjalan-jalan ke Bromo di kota Malang.

Advertisement

Gunung merapi Bromo adalah salah satu dari 127 gunung merapi aktif yang ada di Indonesia sampai sekarang. Gunung tersebut terletak ditengah-tengah 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Letaknya seperti itu karena memang gunung tersebut terletak ditengah-tengah dan bersifat sebagai perbatasan dari 4 kabupaten-kabupaten tersebut. Saya dan teman-teman kelas saya pertama mendarat di Surabaya lalu melanjutkan perjalanan dua setengah jam naik mobil van untuk mendatangi Kota Malang.

Saya dan teman-teman kelas saya melakukan kegiatan ini sebagai aktivitas farewell, yang ditujukan untuk menjadi acara perpisahan untuk kakak kelas-kakak kelas yang nantinya akan naik kelas menjadi kelas 1 SMA dan anak-anak lainnya yang mungkin berpindahan sekolah.

Advertisement

Kami memilih lokasi tersebut karena dasarnya memang lokasi ini memberikan pengalaman yang bagus dan tentunya mempunyai sejarah dan latar belakang yang cukup menarik. Gunung Bromo ini mempunyai ketinggian yang cukup tinggi yaitu 2,329 meter di atas permukaan laut dan mempunyai tempratur yang cukup dingin untuk daerah Indonesia yaitu 12 derajat Celsius.

Gunung ini adalah salah satu objek wisata yang paling terkenal di Jawa karena status gunung merapi tersebut masih aktif. Jika kita berdiam di tempat wisata tersebut untuk sebentar saja, kita akan menyadarkan bahwa ada abu-abu volcanic yang sering jatuh dari langit menuju daratan. Gunung Bromo ini tetap aktif dari letusan pertama yang tercatat yaitu pada tahun 1775.

Tetapi, walaupun statusnya yang tetap aktif semenjak dahulu kala, letusan terbesar gunung ini terjadi pada tahun 1974. Selain statusnya sebagai gunung yang aktif, Gunung Bromo juga dikenal oleh warga-warga dari suku Tengger dan Hindu sebagai gunung suci dan tentunya melakukan ritual penghormatan kepada gunung tersebut setiap akhir tahun.

Pada akhirnya, walaupun jangka waktu perjalanan tersebut hanya 3 hari, saya dan teman-teman saya mengalami pengalaman yang sangat seru. Dari mendaki gunung jangka jauh menggunakan mobil jeep, sampai mendaki gunung melalui kaki, saya mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sampai sekarang belum saya pernah rasakan lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya