Writer’s block, adalah masa di mana penulis “kehabisan” ide atau inspirasinya. Otaknya menjadi “mentok” seperti ada yang menghambat keluarnya ide dan gagasan dalam pikiran. Hal ini lumrah terjadi pada setiap penulis baik penulis pemula maupun penulis profesional. Tapi janganlah anda merasa khawatir, karena setiap kesulitan itu pasti ada solusinya. Berikut beberapa tips dalam menghadapi writers block, diantaranya:

Pilihlah waktu dan tempat yang tepat untuk menulis

Advertisement

Setiap penulis pasti memiliki comfort time tersendiri, tidak terkecuali anda yang tengah menulis. Ada yang nyaman untuk menulis di pagi hari sambil minum teh di teras rumah, atau ada yang senang menulis di tengah malam karena suasana menjadi lebih tenang dan membuat inspirasi menjadi lancar didapatkan, atau ada pula yang senang menulis pada siang hari sambil menikmati secangkir kopi di cafe dekat rumah. Semua punya waktu favorit versi masing-masing. Itu cukup membantu anda dalam menuangkan apa-apa saja yang ingin dia tulis ke dalam naskahnya.

Bawalah note kecil kemana-mana

Kadang inspirasi atau ide datang di saat-saat yang tidak dapat diprediksi. Don’t miss it! Bawalah note kecil kemana-mana agar saat ide itu mampir ke pikiran anda, tanpa pikir panjang lagi catatlah dalam note anda. Itu akan menjadi tabungan ide yang berguna sewaktu-waktu ketika anda mulai kehabisan ide.

Advertisement

Describe what you see

Masih terkait poin nomor 2, inspirasi yang datang di mana saja itu harus anda jelaskan dalam note kecil, misalnya ketika anda melihat seorang ibu paruh baya sedang membuka pintu kafenya untuk mulai mencari nafkah, itu dapat menjadi ide untuk tulisan anda, segeralah deskripsikan apa yang anda lihat. Jangan sampai semua yang tadinya menarik untuk ditulis jadi hilang karena terlupa atau terkecoh oleh hal-hal lain.

Ketahuilah apa yang akan anda tulis

Dalam kegiatan menulis, pasti anda akan menendapati kapan anda akan selesai menulis untuk hari ini. Saat anda telah menulis, berhentilah pada satu titik di mana anda merancang apa saja yang akan anda tulis keesokan harinya. Ketahuilah apa yang akan anda bahas di bab selanjutnya, dan data apa saja yang akan anda nutuhkan di bab selanjutnya, sehingga anda tidak akan membuang waktu dengan bengong dan tidak mengetahui apa yang akan anda tulis selanjutnya.

Buat peta visual

Ini penting! Peta visual sangat membantu anda dalam merangkai setiap ide menjadi satu kesatuan naskah yang konkret. Gambarkan peta visual yang menggambarkan rancangan ide yang akan kamu tulis, misalnya

Tokoh A terlambat kerja, Tokoh C tiba-tiba harus mengantar adiknya ke posyandu di mana tokoh A bekerja, dan tulislah kata-kata yang akan mereka bicarakan pada dialog yang terjadi ketika mereka bertamu secara garis besarnya saja. Dengan cara seperti itu akan mempermudah anda dalam menulis naskah secara runtut dan terstruktur. (bisa ditambah ilustrasi.

Have fun

Segarkan pikiran, pergilah bersenang-senang, percayalah pada tulisan anda. Jika telah selesai menulis bolehlah anda sedikit merevisi secara gamblang tulisan anda, selain mengantisipasi kesalahan pada tulisan anda (meskipun ada editor yang bertugas menyunting naskah anda), anda juga dapat menambahkan dialog jika itu diperlukan.

Writer’s block bukan hal yang menakutkan jika kita tahu cara mengatasinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya