Hidup terus berjalan dan waktupun semakin berkurang, jadi jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan ALLAH SWT kepada kita dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Pergunakanlah kesempatan ini untuk melakukan hal-hal yang positif. Banyak sekali hal positif yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain, seperti bersedekah, beramal dan masih banyak lagi kegiatan positif yang bisa kita lakukan.

Mungkin kisah kami bertiga ini bisa menginspirasi kalian semua anak muda yang ingin beramal dan bersedekah, tapi bingung caranya seperti apa. Berikut adalah kisah kami bertiga "3 sahabat yang beramal lewat ilmu".

Kisah kami bertiga berawal saat ku lihat banyaknya anak-anak kecil di desaku, pada waktu jam belajar tapi kebanyakan dari mereka malah asik bermain. Aku cukup prihatin dengan kondisi seperti itu. Awalnya memang tidak ada niatan sama sekali untuk membuka bimbel (bimbingan belajar) di rumahku, karena aku sendiripun bekerja. Jam kerjaku pun lumayan panjang dari jam 08:00-17:00. Waktu itu memang tidak ada niatan untuk membuka bimbel,karena aku berfikir apakah aku bisa memikul tanggung jawab yang sangat besar seperti itu di pundaku. Tapi karena dorongan dari orang tuaku dan orang tua dari anak-anak di desaku, aku pun memutuskan untuk mencoba memberanikan diri untuk memikul tanggung jawab itu.

Awal pertama aku membuka bimbel di rumah, aku berfikir "adakah yang mau bimbel di rumah?". Setelah selesai shalat maghrib, akupun berjalan keluar dari musollah di samping rumah. Betapa terkejutnya diriku melihat begitu banyaknya anak-anak yang berada di rumahku. Aku senang ternyata banyak anak-anak yang ingin belajar di rumah. Memang sangat berat untuk memulainya, apalagi yang datang ke rumah bervariasi,mulai dari anak TK,SD dan SMP menjadi satu. Aku benar-benar bingung waktu itu harus memulai darimana, karena semuanya di luar perkiraanku. Coba kalian bayangkan jika kalian berada di posisiku waktu itu, kira-kira apa yang akan kalian lakukan?. Tapi aku tetap extra sabar dan tetap semangat dalam membimbing mereka semua pada malam itu.

Hampir selama 1 minggu aku membimbing anak-anak di desaku sendirian, dan aku berfikir jika aku sendirian sepertinya kurang maksimal dalam membimbing anak-anak ini. Oleh karena itu aku memutuskan untuk mencari partner agar aku bisa lebih maksimal dalam membimbing anak-anak dalam belajar. Dan dari situlah aku mengajak sahabatku, namanya Tyas. Kebetulan dia satu desa dan bekerjanya pun di tempat yang sama denganku. Awal aku mengajak Tyas pun berjalan lancar, aku menceritakan semua tentang kegiatanku kepadanya. Alhamdulilah ternyata Tyas pun mau membantuku untuk membimbing anak-anak di rumahku. Setelah Tyas membantuku, aku merasa lebih maksimal dalam membimbing anak-anak dalam belajar.

Advertisement

Alhamdulilah setelah 1 bulan berjalan, anak-anak yang bimbel dirumah semakin bertambah. Kami berdua pun mulai kewalahan dalam membimbing anak-anak yang semakin bertambah. Kebetulan di tempat kerja, aku mempunyai seorang sahabat, namanya Faisal. Dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Sebenarnya aku tidak enak saat mengajaknya untuk ikut membantu kegiatan bimbel ini, karena rumahnya yang jauh dari rumahku. Tapi alhamdulilah dia mau membantu kami berdua untuk membimbing anak-anak dirumahku. Alhamdulilah ternyata para sahabatku Tyas dan Faisal memiliki jiwa besar dan suka menolong tanpa pamrih. Terima kasihku kepada kalian berdua, para sahabat yang sudah sangat dekat seperti saudara.

Dan setelah Faisal ikut bergabung dalam kegiatan bimbel ini, semuanya berangsur normal. Karena kita bisa membagi anak-anak menjadi tiga kelompok. Kelompok anak TK,SD kelas 1 dan SMP aku sendiri yang handel. Kelompok anak kelas 4 dan kelas 5 Tyas yang handel. Kelompok anak kelas 2 dan kelas 3 Faisal yang handel. Jadi sekarang kita bertiga sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Sudah 3 bulan kegiatan bimbel ini berjalan, alhamdulilah semuanya berjalan lancar berkat bantuan dari para sahabatku. Untuk bimbel di rumah, aku memang tidak mematok tarif, karena dari awal aku sudah bilang ke orang tuaku kalau aku membuka bimbel bukan karena uang, tapi aku melakukannya karena ingin beramal dan membagi ilmu yang sudah aku dapat dari sekolah dulu dengan anak-anak di desaku. Tapi meski begitu tetap saja setiap hari anak-anak masih memberi uang seikhlasnya kepada kami. Dan uang yang terkumpul dari awal aku membuka bimbel pun sudah kami santunkan pada anak yatim dan fakir miskin yang berada di desa kami.

Karena dari awal, kita bertiga sudah berkomitmen untuk beramal. Jadi selain kami bertiga mengamalkan ilmu yang kami punya, kami pun bisa beramal lewat materi meskipun jumlah yang kami sumbangkan tidak banyak. Semoga saja bermanfaat bagi anak yatim dan fakir miskin yang mendapat santunan dari kami bertiga.

Dari kegiatan beramal kami ini, kami bisa mengambil 3 pelajaran, yaitu kesabaran, keikhlasan dan ketulusan. Semoga kami bertiga selalu di berikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan kegiatan beramal ini. Amin ya rabb.

Karena beramal tidak harus dengan benda atau materi, tapi kita juga bisa beramal lewat kelebihan yang kita miliki

Begitulah sedikit kisah dari kami bertiga, semoga bisa menginspirasi kalian semua anak muda yang ingin melakukan kegiatan beramal tapi bingun caranya seperti apa. Karena beramal tidak selalu menggunakan uang, tapi juga bisa dengan ilmu yang kita dapat dari sekolah dulu. Jangan lupa lakukanlah semua kegiatan dengan tulus dan ikhlas, agar semuanya berjalan lancar dan terasa ringan. Karena semua yang kita lakukan dengan tulus dan ikhlas akan membuat hidup kita menjadi lebih damai dan indah.

Ayo ajaklah sahabat kalian semua untuk melakukan kegiatan positif yang bisa membantu orang lain. Tidak harus sama dengan kegiatan kami bertiga, tapi paling tidak lakukanlah kegiatan yang bermanfaat bagi dirimu sendiri dan orang lain. Tunjukanlah semangat kalian untuk melakukan kegiatan yang positif. #SemangatAnakMuda Indonesia