Bagi kita kata "begal" adalah hal yang baru dan menakutkan, akan tetapi tidak bagi zaman orang tua kita. Begal selalu ada di kampung atau di sawah-sawah, lebih tepatnya ketika hari sudah sangat gelap. Tapi begal pada zaman itu dikenal sering mengambil uang yang kita bawa, namun kini ketika zaman berganti target begal mengarah ke sepeda motor atau bahkan mobil dengan berbagai modus di tengah malam hari.

Baru-baru ini ada kasus pembunuhan siswi SMPN 51 Bandung oleh teman satu sekolahnya sendiri. Apa sih motifnya dan apa hubungannya dengan begal? Ternyata, motif pelaku yang merupakan siswa smp tersebut adalah menghabisi nyawa korban demi menguasai barang milik korban yaitu gadget atau android dan juga laptop.

Advertisement

Siapa korban ini? Pricila Dina, siswi SMPN 51 Kota Bandung, korban pembunuhan temannya di pematang sawah dekat hotel Grand Sharon Jalan Inpeksi Cidurian, Senin (31/8/2015) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban dipukul menggunakan palu oleh pelaku. Lalu apa kesamaannya? Motif "begal" dan "pembunuhan terencana" adalah sama-sama mendapatkan barang berharga milik orang lain. Hanya saja begal tak mengenal langsung korbannya sedangkan pembunuhan terencana lebih mengenal siapa korbannya.

Kehadiran keduanya sama-sama karena faktor ekonomi dan juga faktor rasa iri dan dengki. Sesuatu yang perlu dibangun adalah moralitas dan mental manusia. Ketika seseorang memiliki pekerjaan tetap, memiliki penghasilan dan bukan pengangguran maka pastilah tidak akan muncul niat jahat untuk mem"begal" orang lain.

Kemudian untuk remaja, mereka perlu diperhatikan pertumbuhan moral dan mentalnya. Kadang kala orang tua tidak begitu peduli, yang penting cukup bisa makan saja dan memberikan uang jajan kepada anaknya. Kadangkala juga karena kemajuan dan kecanggihan teknologi, maka terkadang seorang anak juga punya keinginan memiliki benda yang sama dengan temannya, tapi terkadang seorang anak tidak dapat mengerti situasi dan kondisi orang tuanya.

Advertisement

Yang lebih fatal lagi adalah membawa gadget ke sekolah justru akan membuat anak yang tidak memiliki merasa lebih iri karena temannya pamer atau sekadar memperlihatkan benda baru milik mereka.

Kasus "begal" menjadi PR bagi pemerintah untuk membenahi moral dan kondisi masyarakatnya, dan juga PR bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati. Sedangkan kasus "pembunuhan terencana" yang dilakukan oleh remaja menjadi PR bagi pihak sekolah untuk lebih memperhatikan osikologi anak serta PR untuk orang tua agar lebih peduli terhadap anaknya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya