Seorang pria berkata kepada istrinya “Mah kita sudah hampir sepuluh tahun menikah tapi aku kok belum pernah melihat kamu memasak? Apa kamu tidak ingin belajar memasak?” Kata pria tersebut kepada istrinya dengan senyum di bibirnya. Pria tersebut tidak ingin kata-katanya tadi menyakiti istrinya, maka ia mengatakan dengan tersenyum.

“Maaf suamiku, karena kesibukanku sehari-hari boro-boro memasak tugas rumah saja engkau yang lebih banyak mengerjakan” jawab sang istri kepada suaminya. “Sebenarnya aku juga ingin belajar memasak tapi apalah daya engkau juga tau kita berdua bekerja. Aku tidak ingin belajar memasak sendirian. Aku ingin engkau juga menemaniku” Jawab sang istri.

Dialog tersebut tentu pernah kita dengar di antara suami istri yang keduanya bekerja mencari nafkah. Bahkan ada juga istri yang profesinya sebagai ibu rumah tangga tapi juga tidak bisa memasak. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan kebutuhan hidup sehari hari memaksa suami istri untuk sama-sama bekerja. Istri juga tidak bisa disalahkan karena kesibukannya membantu suami mencari nafkah ketika sudah sampai dirumah tenaganya sudah habis, yang tersisa hanya capek dan lelah.

Apakah dalam hal ini istri wajib untuk bisa memasakkan makanan buat suami dan anaknya? Jawabannya relatif. Tapi setidaknya suami istri harus sepakat untuk meluangkan waktu bersama untuk belajar memasak, terutama bagi istri. Belajar memasak disini tujuannya bukan untuk menjadikan sang istri mahir memasak makanan yang enak akan tetapi ini dalam rangka mengurangi pengeluaran yang sekiranya bisa dikurangi daripada kita makan diluar. Bisa dibayangkan jika dalam sehari kita makan tiga kali diluar berapa banyak uang yang telah kita keluarkan? lalu kalikan selama tiga puluh hari.

Di era yang serba digital ini kita sangat dipermudah. Bagaimana tidak dipermudah lha wong mau beli sesuatu saja sudah ada online shop, kalau kita sedang malas keluar rumah tinggal menghubungi ojek untuk minta tolong delivery barang. Mudah kan? Begitu halnya dengan memasak di internet kita bisa mencari berbagai macam resep masakan dari yang termudah sampai dengan yang paling susah. Untuk sekedar latihan bisa mencoba memasak sayur bening bayam, misalnya. Bahannya cuma bayam, bawang, kunci, dan garam. Simple, hanya itu. Kalau sudah bisa tinggal ditingkatkan ke level berikutnya. Slow dan santai. Tidak usah khawatir tentang rasa karena masakan yang kita masak tidak dihidangkan untuk orang lain, juga tidak untuk dijual tapi untuk kita konsumsi sendiri. Dari sisi kebersihan dan kesehatan jelas terjamin karena kita sendiri yang memasak. Dari segi finansial juga menghemat pengeluaran.

Advertisement

Seenak-enaknya makanan di restoran dan semenarik apapun penyajian makanannya tetap lebih enak hasil memasak sendiri. Ketika kita makan di luar kita tidak tahu bagaimana proses makanan tersebut sebelum dihidangkan. Bagi para suami ,ayo menyemangati istri untuk belajar memasak! Kalau bukan kita siapa lagi?