Mendapat predikat sebagai lulusan terbaik memanglah sebuah prestasi yang membanggakan, mahasiswa tersebut pasti sangat berusaha keras nan gigih semasa kuliah agar masa depannya cerah ketika ia lulus kuliah. Sangat mungkin, perusahaan besar akan merekrut calon karyawan yang mumpuni dan menguasai bidang yang diinginkan.

Seperti pepatah mainstream yang dikatakan oleh orang banyak “Hidup ada yang di atas dan ada yang di bawah”. Siapa yang bekerja keras dia yang akan beruntung, dan siapa yang malas pasti akan buntung. Apa daya status sarjana dengan IPK yang pas-pasan ia harus siap dengan predikat menganggur sebelum mendapat kerja, jikalau ia tidak menyiapkan bekal sebelum lulus kuliah.

Advertisement

Namun jangan terlalu terpaku dengan IPK yang tinggi, memang benar sangat bagus sekali ketika mahasiswa memiliki nilai kelulusan yang tinggi, apalagi mahasiswa tersebut memiliki kemampuan personal, interpersonal yang baik, baik dari segi, leadership, organisasi, soft skill, hard skill, analisa problem solving yang baik dan smart. Namun jangan sampai itu terbalik kepada pemilik IPK tinggi yang hanya menginginkan sebuah nilai. Ada baiknya IPK tinggi disesuaikan dengan kemampuan yang baik pula.

Salah satu keberhasilan saat menempuh pendidikan di kampus, yaitu bisa lulus tepat waktu, yang sesuai dengan tingkat jenjang pendidikannya. Namun juga banyak mahasiswa yang masih setia menjadi penghuni kampus, alias pengoleksi tingkatan semester. Ambil contoh jika pendidikan sarjana S1 ditempuh dengan empat tahun, namun ada saja mahasiswa yang lulus enam tahun atau malah lebih banyak.

Namun terlepas dari itu, baik sarjana yang lulus tepat waktu maupun lebih lama, mereka memang harus menyeimbangkan target kelulusan dengan menyiapkan kompetensi, soft skill, hard skill, attitude, leadership dengan baik. Karenanya untuk apa mengejar kelulusan tepat waktu, namun saat lulus kuliah belum ada target kedepannya, bahkan beberapa hal yang mestinya mampu dikuasai, namun tak dimiliki dengan baik. Agar bidang pekerjaan yang akan dilamar, mampu kita kuasai ketika saat di praktekan dalam proses rekrutmen maupun saat bekerja.

Advertisement

Dalam mencari kerja terkadang memang susah susah gampang, dan bagi mahasiswa freshgreduate pasti cenderung memilih milih pekerjaan yang sesuai. Saking kelamaan memilih, banyak juga yang tidak mewaspadai kalau waktu terus berjalan dan hari selalu berganti, alhasil ia yang tidak mempersiapkan diri akan berdiam tanpa sesuatu yang ia kerjakan untuk menjadi produktif.

Mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion, memang membuat perasaan yang gembira, secapek apapun itu, ia pasti akan menikmatinya. Bisa saja ia tak perduli dengan orang menganggap apa yang sedang ia kerjakan. Itu akan menjadi kepuasan bathin yang tak kalah duanya.

Dari rentetan paragraf di atas yaitu sebelum lulus kuliah mahasiswa memang harus memiliki bekal ilmu yang baik di bidang jurusannya masing masing, jangan terlalu asik dengan zona nyaman. Jangan terlalu dini menyimpulkan, jikalau lulus kuliah pasti akan lebih mudah mendapat pekerjaan. Ada benarnya juga sih. Akan tetapi, berhasil memiliki Ijazah tersebut, hanya akan menandakan bahwa seseorang pernah bersekolah, namun apakah seseorang berfikir.

Ingat, saat lulus kuliah di tempat kampus kalian, di banyak kampus di seluruh penjuru negeri ini pun juga banyak meluluskan mahasiswanya. Bisa dibayangakan kalian akan bersaing dengan sarjana lainnya. Apalagi di zaman modern ini perusahaan akan menerapkan proses seleksi dan kualifikasi yang ketat.

Manfaatkan dan nikmatilah proses masa belajar dan menimba ilmu dengan sebaik-baiknya, jangan terjebak dengan kenyamanan yang membuat kalian tidak produktif semasa kuliah. Asa sebaik mungkin hard skill dan soft skill dalam sebuah organisasi maupun dalam kelompok belajar, jalinlah relasi pertemenan yang baik, guna memudahkan kita memiliki informasi yang akan dibutuhkan di kemudian hari. Agar ketika lulus kuliah nanti kalian memiliki target planning yang baik dalam menyiapkan masa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya