Masih ingat, saat pertama aku jatuh cinta padanya. Cinta monyet. Tujuh atau delapan tahun yang lalu. Kemudian untuk pertama kali nya aku dibuat merasakan cemburu pada laki-laki selain bapak dan dua kakak laki-lakiku ketika ia dekat dengan yang lainnya. Saat itu pula aku mendefinisikan bahwa aku telah jatuh cinta. Sesederhana itu, cinta monyet membuatku berhasil mendefinisikan cinta dan seperangkatnya. Aku kira ini jatuh cinta yang indah, tidak hanya aku jatuh cinta padanya, namun juga orang-orang di dekatnya. Untuk pertama kalinya pula, aku merasakan patah hati dari dia, laki-laki cinta monyetku.

Dua tahun atau lebih kemudian, ia kembali. Entah aku yang terlalu cinta atau terlalu bodoh membiarkannya masuk ke dalam hidupku lagi dengan mudah. Dia benar-benar menyita perhatianku, walaupun sudah beberapa laki-laki lalu lalang di hidupku namun ku pikir tak ada yang semenarik dia. Kedekatan hanya seumur jagung, membuat ku marah dan sadar bahwa aku ini benar-benar bodoh. Sumpah serapah ku lontarkan karena marah dan tangisku tak dapat ku bendung. Ini kisah cinta seorang anak baru gede. Masih emosional. Dan saat itulah aku merasa. Aku harus benar-benar membuang dirinya jauh dari hidupku.

Advertisement

Hidupku berlalu baik sekali, sudah lupa dengan apa yang terjadi kemarin. Empat tahun sudah berlalu dari masa di mana dia membuatku sakit. Kita berteman baik, ya sangat baik. Sesekali berhubungan lewat sosial media. Hal yang tak ku pikirkan terjadi. Di akhir semester kuliahku entah karena apa, intensitas berhubungan yang sering mulai terjadi lagi, hingga suatu hari di mengatakan yang tak ku inginkan. Tamengku cukup besar dan kuat. Aku tidak jatuh cinta lagi padanya. Beberapa kali sengaja menjauh dari ramainya pesan singkatku dan dia, namun tak berhasil. Dia selalu datang lagi menghubungiku.

Dan entah kapan terjadi. Beberapa bulan setelah kedekatan lewat media sosial itu, dekatlah kami, lagi. Rasa lelah karena telah mengenal dia seseorang yg bagaimana bagaimana menghampiri. Dalam hati rasane wis emoh. Namun dia berhasil mendobrak pintu dan tameng yang sudah ku bangun di hati bagian luar dengan susah payah.

Sungguh aku tak percaya padanya. Hingga dia memohon agar ia diberikan kesempatan lagi untuk membuktikan. Akhirnya ku berikan ia kesempatan untuk meyakinkanku. Time flies beberapa bulan. Kesungguhannya semakin nampak, ujian demi ujian sifatku yang sangat fluktuatif ia terima dengan legowo. Keseriusannya bertambah terlihat di hubungan ini ketika Yang Maha Memberi, memberikannya rezeki untuk bisa mengemban amanah dengan profesi baru yang ia dapatkan dengan susah payah. Rencana demi rencana yang ia sembunyikan dari ku mulai terkuak. Betapa terharunya ketika ia mengungkapkan tentang keseriusan hubungan ini kedepannya. Bukan hanya karena perasaannya namun juga karena orangtuanya.

Advertisement


Aku bukan lagi jatuh cinta, namun juga jatuh hati. Pada caranya, perkataan, rencana-rencananya, perbuatannya, perlakuan nya padaku.



Aku benar-benar percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita, lewat cara-Nya, rencana-Nya. Rencana Tuhan sungguh indah. Jangan berhenti meminta pada Tuhanmu, jangan lelah bersyukur. Karna kita tidak akan tau, apa yang akan diberikan Tuhan pada kita esok hari. Jangan lelah…


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya