Mau berbagi pengalaman saja dengan tulisan yang berjudul "jemputlah jodohmu dengan cara yang benar". Langsung yuk kita baca!

1. Jangan diawali dengan pacaran

Mendengar ini pasti deh langsung pada “waduh nggak bisa, bro. Kalau ini gua kayanya susah deh. Gua kalau mau nikah, ya harus benar-benar kenal dulu orangnya”, hihi ya saya ngerti. Dan saya hanya bisa menanggapi "ya terus kenapa kalian nggak ta’aruf saja? Kan bisa, memang kalau mau mengenal dekat seseorang kayak gini saja harus pacaran? Jangan-jangan nanti mau ngajak Pak Naryo jadi teman bisnis, harus dipacarin juga lagi.

“Yeh kalau ini kan beda!” Sama saja kali, yang beda keaadaan aja, kan? Kalau Pak Naryo itu teman bisnis, tapi kalau doi itu temen hidup.

“Duh gimana ya? gua takut nih, nggak enak sama orang tuanya” Hadeuh, kalian pacarin anak orangtuanya aja berani. Tapi ini yang hanya sekadar perkenalan ta’aruf gini saja sudah cemen banget, sudah mau kabur aja. Gimana nanti mau diterima oleh sang calon mertua kalau kaya gini. Ayo, beranikanlah dirimu kawan. Tunjukkan kalau kalian bukan laki KW. Saya percaya kau pasti bisa kawan!

Advertisement

Tetapi ada satu yang lebih penting lagi yang harus saya kasih tahu di sini. Ternyata dengan kita pacaran, itu bisa-bisa menyebabkan gak berkah lho dalam rumah tangga kita kedepannya.

“Sok tahu lu! Terus ngaruhnya gimana coba?” Santai, kayaknya kalau berbicara soal penolakan pacaran gini langsung pada sensi semua. Dan mungkin di antara kalian ada yang “gua selama ini pacaran sama doi, perasaan semua baik-baik saja. Kenapa lu yang sewot?” Tenang teman-teman, tolong jangan keroyok saya, jangan makan saya. Gua lagi nggak bawa uang sumpah.

“Halah sok asik! Kayak paling benar saja kalau ngomong!” Nggak, saya nggak merasa paling benar. Saya berani ngomong kayak gini, karena saya belajar dari sekitar saya. Dan lebih dari itu, guru sesepuh pesantren saya waktu itu pernah bilang:


“Kalau dalam rumah tangga kita nggak berkah, ya mungkin masih bisa tetap bahagia! Tapi itu nggak akan lama, anak-anak. Sebaliknya, kalau rumah tangga kita dipenuhi dengan berkah. Insya’Allah kebahagiaan didalamnya akan tetap langgeng, akan tetap selalu harmonis, romantis, bombastis. Dan yang paling penting, Allah pasti senantiasa akan memberikan kebaikan yang banyak dalam rumah tangga kita”


2. Nabung doa dari sekarang

“Doa itu adalah senjatanya orang iman” Biasanya selalu banyak penasihat yang bilang gitu.


Doa itu adalah sebuah kunci. Kunci untuk mengindahkan masa depan kita kelak.


Karena ya untuk mengindahkan semuanya kita pasti butuh Allah. Nah kalau kita saja nggak mau minta sama Allah, gimana Allah mau ngasih, yakan? Maka dari itu menurut saya doa ini, kunci sekali.

InsyaAllah kalau kita banyak-banyak doa, semua akan ada hasilnya. Walaupun terkadang kenyataan nggak sesuai dengan keinginan. Seenggaknya kita sudah berserah diri kepada Allah bukan.

3. Banya-banyak memperbaiki diri

Doa saja nggak cukup. Alangkah lebih afdolnya lagi kita barengi dengan action. Salah satunya apa? Ya dimulai dengan banyak-banyak memperbaiki kualitas diri kita.


“Semakin baik kualitas diri kita, maka semakin baik pula kualitas diri pasangan kita kelak”



Karena pada akhirnya, orang baik pasti akan Allah sandingkan dengan orang baik lagi. Dan orang yang buruk (kelakuannya) pasti Allah sandingkan dengan orang yang buruk juga.


4. Sholat Istikharoh

Kenapa kok saya menyarankan ini? Karena sholat istikharoh itu istilahnya kita minta pilihan terbaik kepada Allah atas perkara yang sedang kita hadapi.

Memang nggak selamanya apa yang menjadi keinginan kita, itu juga yang terbaik buat kita. Kita sebagai manusia yang penuh kekurangan tahu apa coba tentang masa depan. Tapi Allah, dialah yang Maha Tau. Maka dari itu, pasti apapun pilihan dari-Nya, berarti itu memang yang terbaik untuk kita. Tinggal sekarang kitanya saja yang harus yakin.

Terakhir pesan saya, “saya balikin lagi kepada kalian ya” Mau didengar, dipraktekkan saran dari saya, alhamdulillah. Mau nggak juga tetap alhamdulillah. Pasti ada manfaat yang bisa kalian raih, insya'Allah.