Kamu egois !

Kamu tak tahu rasanya jadi aku? Menunggu sesuatu yang tak pasti itu sangat tidak menyenangkan! Sungguh, ini sangat menyiksaku. Aku hanya menunggu satu titik yang sia-sia. Hanya membuang waktuku. Aku menyerahkan segalanya! Waktuku, perhatianku, kekecewaanku, kesetiaanku, semuanya. Sebelum semua hancur begitu saja tanpa aku tahu sebabnya apa. Aku hanya mengingat satu janji yang pernah kita ucap tapi, itu hanya sekedar kata-kata angin lalu yang lkamu anggap tidak pernah ada.

Kamu tahu bagaimana rasanya jadi aku? Sebentar saja coba rasakan menjadi aku. Coba sedikit rasakan apa yang aku rasakan saat ini. Jangan menjadi egois seperti tak melihat aku sedang merasa kesepian di sini. Jangan anggap aku tak ada! Karena aku masih di sini. Aku tak pergi, mungkin sebenarnya tak pernah benar- benar pergi.

Advertisement

Aku hanya sedang berpura-pura baik-baik saja setidaknya aku tak ingin terlihat begitu kacau saat ini. Setidaknya aku tak menjadi beban untukmu, untuk berkata apa adanya dan menyakitimu atau menyakiti hatiku. Aku terlalu takut, untuk mengatakan apa yang aku rasakan. Aku terlalu takut untuk melihat kenyataan yang sebenarnya terjadi. Ya, aku melihatnya dengan jelas semuanya yang kamu lakukan sampai saat ini kamu masih seperti itu.

Mungkin kamu takkan ingin merasakan menjadi aku. Atau biarkan aku menjadi kamu sebentar saja. Mungki menyenangkan mempermainkan perasaan sesuka hati. Jika aku membutuhkanmu aku akan datang jika tidak aku takkan datang, seperti itu kan? Mungkin itu menyenangkan sampai berkali-kali kamu lakukan itu kepadaku.

Menjadi egois tak ingin tahu perasaan orang lain, hanya mementingkan apa yang aku mau, mungkin itu menyenangkan. menjadi kamu mungkin sangat menyenangkan. Apa yang kamu rasakan saat kamu mempermainkan persaanku? Aku sangat ingin bertanya sepertiitu kepadamu. Tapi apa dayaku, aku hanya bisa tersenyum dan menangis dalam diamku.

Advertisement

Kamu egois! Mungkin kamu berfikir aku egois. Hanya ingin kamu bersamaku. Tidak, tak begitu adanya. Aku sudah mencoba melepaskanmu. Aku biarkan kamu pergi dan melepaskan genggamanku bagiku ini tidak mudah dan kamu harus tahu ini. Sangat berat untukku melepaskan genggamanku tapi aku juga tak mungkin lagi menggenggammu dengan erat seperti kemarin.

Aku sudah membiarkanmu menjauhimu sedikit demi sedikit dan aku bisa ! ya, aku bisa melepasmu dan aku bahagia. Dan kamu dapat lagi mengisi hariku lagi dan melemahkan hatiku lagi. Iya, lagi-lagi kamu datang dan aku tak bisa menolaknya, mungkin aku masih sangat mencintaimu.

Bisakah kamu biarkan aku bahagia? aku bahagia kamu datang. Tapi, lagi – lagi hal yang sama terulang kembali kamu masih saja belum berubah. Memaksaku berfikir aku hanya sebagai pelampiasan bagimu. Aku sangat mencintaimu tapi ku fikir ini cinta yang bodoh. Mencintai seseorang yang pernah peduli tentang dirimu, mencintai seseorang yang datang hanya disaat dia membutuhkanmu, cinta ini membuatku sulit bernafas.

Sekarang siapa yang egois ? aku atau kamu? Jika ingin pergi aku tak ka menghalangimu, pergilah. Aku akan bahagia tanpa kamu dan jangan datang lagi menyika perasaanku. Sungguh aku sangat mencintaimu tapi, sungguh cinta ini menyakitiku. Mungkin aku akan lebih bahagia mencintaimu dari kejauhan.

Lewat surat kecil ini aku ingin bilang terimakasih sudah menjadi baian dalam hidupkan dan memberiku banyak pelajaran hidup dan mewarnai kehidupanku. Dan maaf telah mencintaimu begitu dasyatnya sampai aku melupakan Sang Pencipta. Aku takkan membencimu, mugkin aku takkan sanggup. Biarkan aku mencintaimu dalam diam sampai aku benar–benar bisa melupakan perasaan ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya